Dongengadalah cerita yang tidak benar-benar terjadi. Umumnya dongeng berisi cerita singkat tentang hal-hal yang tidak masuk akal. Si Kura-kura yang Sombong. mereka bangun dengan suaranya sambil mencari serangga, katak, tikus, dan kumbang untuk menjadi santapannya. Di sore hari pada musim panas, burung hantu sedang tertidur di lubang DONGENGANAK "RUSA YANG SOMBONG " - Di sebuah hutan hiduplah seekor Rusa yang terkenal sangat sombong, dikarenakan dirinya mempun Dongeng Katak dan Tikus (Aesop) Dongeng Katak dan Tikus - Seekor tikus muda yang sedang mencari petualangan baru, berjalan menyusuri pinggiran kolam di mana di kolam ters Karenakelebihannya itu, Kenthus menjadi sangat sombong. Dia merasa kalau tidak ada anak katak lainnya yang dapat mengalahkannya. Sebenarnya kakak Kenthus sudah sering menasehati agar Kentus tidak bersikap sombong pada teman-temannya yang lain. Tetapi nasehat kakaknya tersebut tidak pernah dihiraukannya. DeskripsiBUKU CERITA ANAK-KATAK YANG MENGAGUMI KERBAU SERI DONGENG BINATANG KATAK YANG MENGAGUMI KERBAU PEYUSUN: YUDHISTIRA IKRANEGARA UKURAN: 19X21 BUKU CERITA ANAK - RATU LEBAH YANG SOMBONG. Rp 10.000. Cashback. Kota Tangerang Selatan Buku Dunia Anak (22) Produk sponsor terkait Lihat Semua. SERI READ ALOUD: HUS! HUS! Rp 34.300. 30%. Laluapa pesan moralnya? Yuk langsung saja kita baca bersama cerita kisah putri yang ingkar kepada si katak dibawah ini. Marii bunda Putri yang Ingkar Kepada si Katak. Seorang Putri kerajaan yang memesona tengah asik bermain bola di pinggir sungai. Tanpa sengaja, ia menjatuhkan bola kesayangannya hingga masuk ke sungai. Vay Tiền Online Chuyển Khoản Ngay. Di pinggir sebuah hutan tinggalsepasang katak. Katak jantan sangatbaik hati. Katak betina pula sombong dantidak suka berkawan dengan katak hujan turun, katak betina itu seringbernyanyi. Katak betina ingin menunjuk-nunjuk kepada katak lain bahawa iasangat pandai bernyanyi. Namun,suaranya bukanlah merdu sangat. Katakbetina menyangka suaranya sangatmerdu."Sedap atau tidak suara saya tadi?" katakbetina itu selalu bertanya demikiankepada katak jantan."Sedap!" kata katak katak jantan selalu rasa sakittelinga apabila mendengar katak betina itumenyanyi. Namun, katak jantan terpaksa berpura -pura menjawab demikian. Katak jantan tidak mahukatak betina itu kecil hati. "Katak - katak lain itu selalu mengejek kata saya tidak pandai menyanyi. Merekasemua dengki kepada saya," ujar katak betina itu. "Jangan pedulikan mereka. Menyanyilah lagi!"kata katak jantan. jika tidak, tentulah katak betinaitu akan terus mengomel betina itu akan terus menyanyi lamanya katak betina itu hujan sudah reda, katak betina masihterus bernyanyi. Mahu tidak mahu, terpaksalahkatak jantan memekakkan telinganya. Suatu hari,katak betina itu mengajak katak jantanberpindah ke tempat lain. "Mengapa pula awak mahu berpindah?"katak jantan berasa hairan. "Kita sudah lama tinggal di sini. Marilah kitamemulakan penghidupan baru di tempat lainpula," jawab katak betina. Sebenarnya katakbetina tidak tahan mendengar ejekan katak -katak lain. "Tidak lama lagi, kami akan berpindah," katakbetina memberitahu katak - katak lain. "Kami akantinggal di suatu tempat yang cantik macamistana.” "Boo!" semua katak lain hari, katak jantan itu tergesa - gesapulang. Katak jantan sangat ketakutan. "Apakah yang sudah terjadi?" katak betinaberasa hairan. "Di tempat ini ada banyak ular. Tadi, nyaris -nyaris saya dimakan ular. Mujurlah saya sempatmelarikan diri," katak jantan memberitahu. Katak betina berasa cemas, Pada hari berikutnya, katak jantan itu keluarmencari makanan. Tetapi sehingga lewat petang,katak jantan masih belum pulang, beberapa hariberlalu, namun katak jantan itu tidak pulang hati katak betina. Tahulah katak betinabahawa katak jantan itu sudah menjadi betina berasa sangat menyesalkerana berpindah ke tempat itu. Tetapi apaboleh buat, hendak pulang ke hutan semula,katak betina itu berasa sangat malu. Selang beberapa lama kemudian, katakbetina itu melahirkan beberapa ekor berapa lama kemudian, besarlah semuaanaknya itu. Suatu hari, anak-anaknya pergi mencarimakanan. Mereka terserempak dengan seekorlembu. Mereka belum pernah melihat mereka melihat lembu yang berbadanbesar itu. Apalagi! Bertempiaranlah merekamelarikan diri. Mereka pulang dan menceritakan hal itukepada ibu mereka. "Kami terjumpa seekor binatang yangtersangat besar. Belum pernah kami lihatbinatang sebesar itu," kata salah seekor anakkatak betina itu menggelengkan kepalakerana tidak percaya. "Mana ada binatang yang begitu besar?" tanyakatak betina. "Ibulah binatang yang paling lebih besar daripada kamu semua," jelaskatak betina itu lagi. "Binatang yang kami jumpa itu lebih besar,"ujar anak-anaknya. Katak betina itu pun segeramenggembungkan dirinya supaya kelihatanlebih besar. "Adakah binatang itu sebesar ini?"tanya katak betina. Anak-anaknya menjawab, "Tidak! Lebihbesar lagi.” Katak betina itu menggembungkan dirinyamenjadi lebih besar lagi. "Adakah sebesar ini?”tanya katak betina. ”Tidak! Lebih besar lagi," jawab anak -anaknya. Katak betina itu menggembungkan lagidirinya. "Adakah sebesar ini?" tanyanya lagi."Tidak! Lebih besar lagi," jawab anak -anaknya. Katak betina itu lalu cuba menggembungkandirinya supaya menjadi lebih besar lagi. Tiba-tiba terdengarlah bunyi yang kuat. Pop!Terkejutlah semua anak katak itu. "Ibu kita sudah meletup! Ibu kita sudah mati!"kata salah seekor anak katak matilah katak betina yangsombong itu! Badannya pecah kerana cubamenggembungkan dirinya supaya menjadi lebihbesar. Sedihlah semua anak katak itu kerana ibumereka sudah mati. Akhirnya, mereka berpindahke tepi hutan. Di situlah mereka tinggal dalamaman dan bahagia. NILAI MURNI Adik-adik, dalam hidup ini, janganlah sekali-kali kita bersikap sombong. Sikap sombong boleh membawa akibat yang buruk. Sebaliknya, sikap selalu bersyukur dan merendah diri merupakan salah satu akhlak yang Angkatan Tentera Johor Bahru Jalan Balau, Kebun Teh, 80250 Johor Bahru, Johor Darul Ta'zimTel 07-3339334 Fax 07-3339334 Emel [email protected] Hakcipta Terpelihara © 2020 SK Angkatan Tentera Johor Bahru Uploaded byfzaylarajaie 0% found this document useful 0 votes111 views1 pageDescriptionceritaCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes111 views1 pageKatak Yang SombongUploaded byfzaylarajaie DescriptionceritaFull descriptionJump to Page You are on page 1of 1Search inside document Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. 0% found this document useful 0 votes44 views2 pagesDescriptioncerita katak yang sombongOriginal Titlekatak yang sombongCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes44 views2 pagesKatak Yang SombongOriginal Titlekatak yang sombongJump to Page You are on page 1of 2 You're Reading a Free Preview Page 2 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Dongeng Anak Katak yang Sombong dan Anak LembuDi tengah padang rumput yang sangat luas, terdapat sebuah kolam yang dihuni oleh berpuluh-puluh katak. Di antara katak-katak tersebut ada satu anak katak yang bernama Kenthus, dia adalah anak katak yang paling besar dan kuat. Karena kelebihannya itu, Kenthus menjadi sangat sombong. Dia merasa kalau tidak ada anak katak lainnya yang dapat mengalahkannya. Sebenarnya kakak Kenthus sudah sering menasehati agar Kentus tidak bersikap sombong pada teman-temannya yang lain. Tetapi nasehat kakaknya tersebut tidak pernah dihiraukannya. Hal ini yang menyebabkan teman-temannya mulai menghindarinya, hingga Kenthus tidak mempunyai teman bermain suatu pagi, Kenthus berlatih melompat di padang rumput. Ketika itu juga ada seekor anak lembu yang sedang bermain di situ. Sesekali, anak lembu itu mendekati ibunya untuk menyedot susu. Anak lembu itu gembira sekali, dia berlari-lari sambil sesekali menyenggok rumput yang segar. Secara tidak sengaja, lidah anak sapi yang dijulurkan terkena tubuh si Kenthus. “Huh, berani makhluk ini mengusikku,” kata Kenthus dengan perasaan marah sambil coba menjauhi anak lembu itu. Sebenarnya anak lembu itu pula tidak berniat untuk mengganggunya. Kebetulan pergerakannya sama dengan Kenthus sehingga menyebabkan Khentus menjadi cemas dan melompat dengan segera untuk menyelamatkan terengah-engah, Kenthus sampai di tepi kolam. Melihat Kenthus yang kelihatan sangat capek, kawan-kawannya nampak sangat heran. “Hai Kenthus, mengapa kamu terengah-engah, mukamu juga kelihatan sangat pucat sekali,” Tanya teman-temannya. “Tidak ada apa-apa. Aku hanya cemas saja. Lihatlah di tengah padang rumput itu. Aku tidak tahu makhluk apa itu, tetapi makhluk itu sangat sombong. Makhluk itu hendak menelan aku.” Kata Kenthus. Kakaknya yang baru tiba di situ menjelaskan. ” Makhluk itu anak lembu. sepengetahuan kakak, anak lembu tidak jahat. Mereka memang biasa dilepaskan di padang rumput ini setiap pagi.” “Tidak jahat? Kenapa kakak bias bilang seperti itu? Saya hampir-hampir ditelannya tadi,” kata Kenthus. “Ah, tidak mungkin. Lembu tidak makan katak atau ikan tetapi hanya rumput.” Jelas kakaknya lagi.“Saya tidak percaya kakak. Tadi, aku dikejarnya dan hampir ditendang olehnya.” Celah Kenthus. “Wahai kawan-kawan, aku sebenarnya bisa melawannya dengan mengembungkan diriku,” Kata Kenthus dengan bangga. “Lawan saja Kenthus! Kamu tentu menang,” teriak anak-anak katak beramai-ramai. “Sudahlah Kenthus. Kamu tidak akan dapat menandingi lembu itu. Perbuatan kamu berbahaya. Hentikan!” kata Kakak Kenthus berulang kali tetapi Kenthus tidak mempedulikan nasehat kakaknya. Kenthus terus mengembungkan dirinya, karena dorongan dari teman-temannya. Sebenarnya, mereka sengaja hendak memberi pelajaran pada Kenthus yang sombong itu. “Sedikit lagi Kenthus. Teruskan!” Begitulah yang diteriakkan oleh kawan-kawan Kenthus. Setelah perut Kenthus menggembung dengan sangat besar, tiba-tiba Kenthus jatuh lemas. Perutnya sangat sakit dan perlahan-lahan dikempiskannya. Melihat keadaan adiknya yang lemas, kakak Kenthus lalu Kenthus tidak apa-apa. Dia sembuh seperti sedia kala tetapi sikapnya telah banyak berubah. Dia malu dan kesal dengan sikapnya yang sombong.

cerita katak yang sombong