Setelahitu, tanpa sepengetahuan anaknya, Mak Minah pergi ke tepian sungai di dekat gubuknya. Ia mendekati sebuah batu yang konon bisa berbicara seperti manusia. Batu itu juga bisa membuka dan menutup seperti kerang. Orang-orang menyebutnya Batu Batangkup. [1] Di depan batu itu, Mak Minah berlutut dan memohon kepada batu itu agar menelan dirinya. Artinya: Batu Belah, batu bertangkup, sudah tiba janji kita masa lalu. Kata-kata itu dinyanyikan berkali-kali secara lembut oleh ibu yang malang itu. Sementara itu si ibu menuju ke Atu Belah, kedua anaknya terus mengikutinya sambil menangis dari kejauhan. Yang besar menggendong adiknya yang masih kecil. Akhirnya apa yang terjadi? KisahBatu Belah Batu Bertangkup merupakan sebuah kisah lagenda yang terkenal buat masyarakat Melayu, khususnya di Malaysia. Ia meceritakan tentang kisah sepasang suami isteri yang miskin, Si Kantan (suami) dan Si Tanjung (isteri) yang dipercayai menetap di Bukit Berapit, kira-kira sebatu dari Pangkalan Kapar, Klang. Mereka berdua menyara hidup Dihadapan Batu Belah Batu Bertangkup, Pekan dan Melur pun berseru. "Mak! Anakmu datang mengharapkan pertolongan. Puteri Raja tidak sedarkan diri." Serta-merta batu itu terbuka luas. Kedengaran suara Mak Desa menyuruh Pekan membawa tuan Puteri masuk ke dalam. Orang yang berada di situ menjadi cemas. Apabila tuan Puteri dibawa keluar BatuBatu adalah salah satu kelurahan di Kecamatan Mario Riawa, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Indonesia. "Batu-Batu" sebuah kota kecil yang berbau Kota Metropolis dan merupakan kampung halaman para leluhur raja-raja Soppeng yang berada di daerah tepian Danau Tempe. Batu-Batu dalam periode sejarah dikenal dengan berbagai nama Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd Hỗ Trợ Nợ Xấu.

cerita rakyat batu belah batu bertangkup