Liputan6com, Jakarta Wayang merupakan seni pertunjukkan asli Indonesia yang berkembang pesat, terutama di Pulau Jawa dan Bali. Dalam Kamus Bahasa Indonesia (KBBI), wayang berarti boneka tiruan orang yang terbuat dari pahatan kulit atau kayu dan sebagainya yang dapat dimanfaatkan untuk memerankan tokoh dalam pertunjukan drama tradisional, biasanya dimainkan oleh seseorang yang disebut dalang. Dalamcerita pewayangan Pandawa Lima adalah lima sosok kesatriya Amarta putra dari Pandu dan Dewi Prita (Dewi Kunthi) serta Dewi Madri. Mereka adalah Yudistira, Bima, Arjuna, dan si kembar Nakula dan Sadewa. Dikaitkan dengan ajaran Islam ke lima putra Pandawa ini merupakan Rukun Islam yang lima, yaitu: Dalamkeluarga Pandawa terdapat dua saudara kembar dimana bentuk wayangnya sama persis yaitu Nakula dan Sadewa. Raden Nakula merupakan kesatria dari negeri Sawo Jajar. Memiliki nama lain Tripala atau Raden Pinten. Nama istrinya adalah Dewi Soka. Pasangan ini memiliki keturunan bernama Dewi Pramati dan Bambang Pramusinta. Dalamkeluarga Pandawa terdapat dua saudara kembar yang merupakan tokoh yang sama persis, yaitu Nakula dan Sadewa. Raden Nakula adalah seorang ksatria dari negeri Sawo Jajar. Memiliki nama lain Tripala atau Raden Pinten. RadenSadewa atau Tangsen yang merupakan saudara kembar dari Raden Nakula adalah bungsu dari Pandawa. Ia adalah putra dari Dewi Madrim dan Batara Aswin, dewa kembar bersama Batara Aswan, ayah Nakula. Raden Sadewa memiliki perwatakan jujur, setia, taat pada orang tua dan tahu membalas budi serta dapat menjaga rahasia. Dalam hal olah senjata, sadewa ahli Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd.

cerita wayang nakula sadewa dalam bahasa jawa