Jadicerpen perjuangan anak untuk ibu ini bukanlah kisah anak durhaka yang menderita kehidupannya tetapi cerita menyentuh hati dan mengharukan tentang perjuangan hidup meraih mimpi untuk ibu bisa memiliki rumah. Dikisah dalam cerpen sedih mengharukan ini, sebuah keluarga yang tidak memiliki tempat tinggal selalu diusir karena tidak bisa bayar CerpenTentang Perjuangan Meraih Mimpi. Cerpen mengharukan tentang perjuangan seorang anak membahagiakan ibunya bagaimana cara berbakti dan menghormati kedua orang tua ketika masih hidup kisah cerita dalam cerpen mengharukan tentang perjuangan seorang anak membahagiakan ibunya adalah contoh perjuangan meraih sukses demi ibu tercinta. Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Nợ Xấu. Cerpen Karangan Elsa Puspita RonaldKategori Cerpen Anak, Cerpen Nasihat, Cerpen Pendidikan Lolos moderasi pada 9 January 2016 Seperti biasa emak Limbok selalu membuka daun jendela kamar Limbok setiap pukul pagi. Jendela kamar sudah terbuka sejam lalu, namun Limbok masih saja mengeluarkan dengkuran. Kedua kakinya yang besar, padat mengapit guling. Seandainya guling itu makhluk hidup, pastilah sudah lama mati lemas karena dijepit paha Limbok. “Mbok… bangun,” seru Emaknya dari dapur. Tubuh Limbok tak bergeming. “MBOKK…” seru Emaknya yang kedua kali. Kali ini lebih melengking. Tubuh Limbok mulai bergerak. Kalau tadi tubuhnya miring ke kanan dan kedua kakinya mengapit guling kali ini berubah. Ia menggeliat sejenak. Kemudian tubuhnya beralih miring ke kiri. Matanya tetap saja terpejam. Kedua kakinya kembali mengapit gulingnya. Tiba-tiba ada rasa dingin dan benda cair mengalir di pipi kanannya. Srtt… Tangan kanannya secara refleks mengusap pipinya. Serta merta ia membuka matanya. “Air…??” katanya serak. Sambil melap pipinya. Kedua matanya yang masih terkantuk-kantuk itu melihat sosok manusia di depannya. “Molor lagi… BANGUN!!” seru emaknya, “jika kamu enggak bangun, Emak akan siram air ke wajahmu.” “Ini kan libur Mak,” Limbok membela diri. “Libur itu bukan lantas bermalas-malasan.” “Limbok enggak bermalas-malasan Mak, Limbok sedang melakukan perintah Pak guru,” “Hahh.. perintah Pak guru apa itu?” ujar emaknya ingin tahu. “Mimpi yang banyak meraih prestasi.” jawab Limbok sambil kaki kanannya memainkan gulingnya. “Apa itu?” “Begini Mak, dalam libur ini kita diminta Pak guru untuk mimpi meraih prestasi sebanyak-banyaknya.” “Mimpi meraih prestasi, apaan tuh?” “Ya… seperti mimpi menjadi juara kelas, mimpi menjadi sarjana atau mimpi menjadi pengusaha sukses dan masih banyak lagi.” Emaknya mencoba menahan diri. “Lalu Mbok… apa gurumu mengajarmu tiap hari tidur, molor sampai tengah hari untuk dapat menjadi sarjana?” “Enggak sih Mak,” jawab Limbok kalem. “Mimpi itu harus diwujudkan dengan…” “Dengan apa, ayo…” potong emaknya. “sepertinya dengan bee…llla…jarr, rajinnn, dan..” Limbok mulai gemetaran. “Lalu kenapa kamu bangunnya molor melulu,” tanya emaknya yang majahnya mulai tanpak kesal. “Abis Mak, Limbok harus tidur supaya banyak bermimpi.” “Mimpi itu artinya cita-cita Mbok… Itu berarti kita harus belajar yang rajin, bukan tiap hari tidur tiap hari kerjanya tidur seperti kamu ini…” sergah emaknya sambil tangan kanan menjewer telinga Limbok. “Iya.. iya Mak.. aku akan mandi…” seru Limbok. Kali ini Limbok terpaksa bangun atau telinganya akan molor kayak telinga gajah. Sejak saat itu Limbok belajar bahwa mimpi menjadi orang berprestasi itu harus diraup dengan tekun belajar dan disiplin bukan banyak tidur supaya banyak bermimpi. The End Cerpen Karangan Elsa Puspita Ronald Blog Oh ya teman-teman tolong komentar yah. And jangan tiru sifatnya limbok yah jangan banyak tidur supaya banyak bermimpi. Oke hahahaha sampai jumpa. Cerpen Mimpi Meraih Prestasi merupakan cerita pendek karangan Elsa Puspita Ronald, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Suara Bintang Terdengar Hingga ke Jepang Oleh Sigit Pamungkas Perjalanan kisah hidupnya baru di mulai ketika merasakan apa yang dinamakan merantau, pengalaman yang mengenakan, menyedihkan bahkan yang berbuah penyesalan sudah dirasakan secara “kenyang” olehnya. Niat tulus untuk melanjutkan Permata Oleh Ellena Amalia Hari ini aku sangat terkejut, bagaimana tidak mamaku mengadopsi seorang anak seusiaku. Anak itu sangat cantik kulitnya putih, hidungnya kecil, kurus, matanya tajam, aduhh pokoknya cantik banget. Beda banget Makan Coklat Berjamaah Oleh Syarifa Fadhila Pada suatu hari, ada seorang gadis kecil bersama ibunya sedang lari pagi di taman kota. Lalu, mereka melewati sebuah toko coklat besar yang berdiri tak jauh dari tempat mereka Kangen Mudik Oleh Khoirotunnisa Lebaran tahun-tahun lalu Ayah dan keluargaku selalu pergi mudik ke tempat asal Ayahku. Tapi tidak untuk tahun ini. 2 hari menjelang lebaran, hatiku sangat senang dan langsung kupikir perjalanan Sebuah Ladang Misterius Oleh Salmaa. N. H Cantik Namaku Hasna. Di sekolahku. Saat pelajaran tiba, katanya guru bahasa Indonesia akan menceritakan sebuah ladang tak terlihat. Saat Bu guru Sudah selesai menceritakan. “Sebuah cerita tadi. Kita tidak boleh “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?" Uploaded byRizki Febria Satriadi 100% found this document useful 3 votes2K views5 pagesOriginal TitleCERPEN MERAIH MIMPICopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document100% found this document useful 3 votes2K views5 pagesCerpen Meraih MimpiOriginal TitleCERPEN MERAIH MIMPIUploaded byRizki Febria Satriadi Full descriptionJump to Page You are on page 1of 5Search inside document You're Reading a Free Preview Page 4 is not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.

cerpen tentang perjuangan meraih mimpi