CeritaSex Kuperkosa Adik ku Yang Nakal Cerita Dewasa Istri Pejabat dari Medan Cerita Dewasa Dessy Gadis Binal Seksi dan Menggoda Cerita Dewasa Sex dengan Istri pamanku Cerita Dewasa Hotnya Tukang Jamu Cerita Dewasa Disetubuhi Bosku Ketika Tidur Pulas Ku Intip Bibiku Hotnya Tubuh Semok Ibu Ria Ditengah Hujanku Bercinta Dengan Guru Pembantu Yang Jago Bikin Aku Crot Aku Ngewe Dipinggir Pantai IstriBejat Digenjot Habis2an Sama Tukang Kontol Gede Sampe Crot Dalam Memek. Aku Dewi, sehabis lulus smu aku dinikahkan ortu ke temen ortu, dah agak berumur si, tapi suamiku itu tampan, tajir kerna meiliki beberapa perusahaan yang berhasil dalam bisnisnya, dan juga sangat workaholik. Aku sangat menikmati kehidupan suami istri ketika berbulan madu. ceritapanas dewasa - Pada dasarnya, gua ini orang yang senang bergaul. Gua orang yang gemar berada dalam sebuah komunitas atau perkumpulan. Diruko tukang jamu, eh, ruko tukang bakso. Satu jam berlalu sambil ngobrol ngalor-ngidul sama kang bakso yang tau muka tapi tidak tau nama gua, begitu pun dengan gua sendiri. Akhirnya kami pun ada jamu kuat, encok, pegel linu, cekot-cekot, asam urat dst. ML DGN TUKANG JAMU GENDONG 2014 (11) Oktober (11) Label. cerita 17 tahun cerita cinta cerita dewasa cerita ngentot cerita panas cerita sex. Mengenai Saya. enny arrows Lihat profil lengkapku. Translate. Tema Sederhana. Saatmbak jamu itu tepat diepan mataku ternyata mbak jamu itu masih muda dan hot sekali guest, mantap abis. Lumayan buwat ngerefresh otak akibat PHK. Sejenak aku pandangi wajahnya hingga turun kearah belahan dadanya. Tahu sendirikan guest mbak jamu gendong pasti menggunakan atasan kemben dan kain jarik yang minim dan ngepas sama tubuhnya. Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd. Mbak Jamu Sexy Sariyem Pembangkit Nafsu Bangun tidur sore itu… tidak membuat Hendri menjadi bugar, seperti layaknya orang bangun tidur. Bayangkan… dua malam begadang di puncak Merapi. Sebagai anggota pencinta alam, kampusnya ditugaskan untuk mencari beberapa anak SMK pendaki yang hilang di Merapi. Cuaca buruk begini nekat mendaki gunung, kutuknya dalam hati. Di dekapnya kedua kaki mengusir dingin di atas bangku teras depan kosnya, cuaca hujan rintik-rintik. Memang cuaca bulan Desember membuat segalanya menjadi basah, terkanguk beberapa potong celana jeans belelnya yang kemungkinan hanya di bulan Desember ini bertemu dengan yang namanya air, dua potong CD pun ikut basah akibat dicucinya tadi pagi. Benar-benar hari yang menyiksa bagi Hendri, sudah dingin cuaca… tanpa CD pula. Sepotong kain sarung yang lumayan kering cukuplah menghangatkan tubuh cekingnya sore itu. Cerita 18 Tahun Keatas Cerita Sex Cerita Dewasa Cerita Mesum Hot Story Cerita Ngentot Artikel Porno Tempat kost Hendri cukup strategis, walaupun bangunan peninggalan Belanda, tetapi letaknya terpisah dari perkampungan, karena dikelilingi oleh tembok tinggi. Ibarat mekanguki sebuah benteng pada jaman dahulu, letak kamar kos-kosan disekeliling bangunan utama yang di jadikan sekolah negeri. Suasana sekitar kos-kosan memang sedang sepi… penghuninya banyak yang pulang kampung, maklum liburan Desember. Sementara sebagian kamar dijadikan asrama sekolah yang juga kosong ditinggal penghuninya liburan, praktis Hendri merasa sebagai penjaga kosan, umpatnya dalam hati. “kang… jamu kang…” sapa tukang jamu gendongan membuyarkan lamunan Hendri. “Eh embak… ujan-ujan ngagetin orang lagi ngelamun aja” sewot Hendri. “kangnya ini lho… ujan-ujan kok ngelamun… tuh jemuran gak diangkat…” tanya mbak jamu sambil berjalan menghampiri beranda di mana Hendri duduk. “Emang sengaja mbak… sekalian kena air” jawab Hendri sekenanya. “Lho… kan sayang udah di cuci tapi kehujanan” kata mbak jamu keheranan. “belum kok, belum di cuci” elak Hendri. “Lha… kok aneh” protes mbak jamu, “sekalian dicuciin sama ujan” saut Hendri. “Dah laku jamunya mbak? tanya Hendri di sela-sela gerimis. “Yah belum banyak sih, makanya mbok dibeli kang jamunya” pinta mbak Jamu memelas. “Emang jualan jamu apa aja sih mbak” selidik Hendri sambil membenahi sarungnya. “Ya macem-macem, ada galian singset, sari rapet, kunir asem, sehat lelaki, pokoknya banyak deh, dan semuanya hasil meracik sendiri lho kang” bangga mbak jamu sembari membersihkan air di sekitar kaki dan kainnya. “Kalo badan pegel-pegel, jamunya apa mbak?” tanya Hendri, “Ada tolak angin” seru mbak jamu. “Ah… kalo aku biasa di kerokin mbak, kalo minum jamu doang kurang marem” kata Hendri. “Mbaknya bisa ngerokin saya?” goda Hendri, “Emang situ mau saya kerokin” kerling mbak jamu malu-malu. Hendri hanya tersenyum saja. “Ngomong-ngomong… namanya siapa sih mbak” tanya Hendri. “Saya Sariyem kang” jawabnya tersipu. Kalo di perhatikan… manis juga nih cewek… mana putih lagi kulitnya, gumam hati Hendri. “Kalo kang siapa namanya?” tanya Sariyem membuyarkan lamunan Hendri. “Saya Hendri mbak” jawab Hendri gugup. Keduanya bersalaman, gila… alus juga nih cewek tangannya, bathin Hendri. “Gimana kang Hendri, mau saya kerokin?” tantang Sariyem memancing. “Bener bisa ngerokin nih?” tanya Hendri antusias. “Boleh” jawab Sariyem senyum. “Tapi jangan di sini ya, bawa kanguk aja sekalian bakulnya mbak” kata Hendri sambil bangkit berdiri menyilahkan Sariyem kanguk ke dalam kos-kosan. “Wah kos-kosannya bagus ya kang, ada ruang tamunya segala, ini kamar siapa aja kang kok ada tiga? selidik Sariyem sembari meletakkan bakulnya di pojok dekat bufet. “Kamar temen, cuman mereka pada pulang kampung, tinggal saya sendiri jaga kos” jawab Aton. “Kamar kang Hendri sebelah mana” tanya Sariyem, “Itu mbak, paling pojok, paling gelap” kata Hendri. “Ih ngeri ah… gelap-gelapan” goda Sariyem genit. “Gak pa pa kok… aku dah jinak” canda Hendri sembari mengajak Sariyem menuju ke dalam kamarnya. “Kok sepi kang?” selidik Sariyem sembari melihat ke kiri kanan. “Rumah sebelah juga pulang kampung sekeluarga, makanya sepi” jawab Hendri. “Kamar mandinya di mana kang, aku mau cuci kaki dulu” tanya Sariyem. “Itu di depan kamarku jawab Hendri sembari membereskan tempat tidurnya yang berantakan. Hendri merebahkan badannya telungkup di atas kasur tanpa dipan, sementara Sariyem mengambil minyak gosok serta uang benggol untuk kerokan. “Mbak, jangan pake minyak ah… aku gak tahan bau dan panasnya” cegah Hendri. “Trus pake apa dong kang? tanya Sariyem bingung. Hendri berdiri menuju meja rias, diambilnya sebotol Hand Body dan di berikannya kepada Sariyem. “Pake ini aja mbak.. wangi lagi” senyum Hendri. Kemudian Sariyem mengambil posisi duduk di sebelah Hendri, disingkapkannya kain batik yg dikenakannya sehingga tampaklah betis mulus Sariyem. Wah mulus juga, mana banyak bulu halusnya nih tukang jamu sorak hati Hendri. Tangan yang menempel di punggung Hendri juga dirasa lembut dan halus oleh Hendri. “Umurnya berapa mbak” tanya Hendri memecah keheningan mereka berdua. “Dua enam bulan besok kang” jawab Sariyem. “Beda dua tahun di atas dong dengan saya” kata Hendri sembari meringis kesakitan. “udah rumah tangga mbak?” kejar Hendri. “Pisahan kang, suami saya kabur gak tanggung jawab” kata GSariyem. “Lho kenapa?” sambung Hendri penasaran. “Kecantol janda sebelah kampung” ungkap Sariyem cuek. “Waduh… laki-laki bodoh tuh… sela Hendri sembarangan. “Emangnya kenapa kang?” penasaran Sariyem. “Gimana gak bodoh, punya istri manis, putih dan sintal kayak gini kok di sia-siakan” rayu Hendri. “Ah… kang Hendri bisa aja” jawab Sariyem kanguk dalam perangkap Hendri, sembari mencubit pinggang lelaki itu. “Eh… geli ah mbak…” jerit Hendri sedikit mengelinjang. “Laki-laki kok gelian… ceweknya cantik tuh…” goda Sariyem. “Nggak cuman cantik… tapi banyak juga mbak” sombong Hendri. “Huh… dasar… laki-laki…” cemberut Sariyem. “Mbak… tadi jamunya apa aja?” tanya Hendri kemudian setelah adegan kerokan di punggungnya selesai. “Kalo buat kondisi kang Hendri sekarang… minum Sehat Lelaki” jawab Sariyem, “Kasiatnya apa aja mbak?” kejar Hendri. “Selain ngilangin kanguk angin, supaya badan gak lemes dan mudah loyo” jawab Sariyem. “Mudah loyo…? maksudnya apa…? tanya Hendri kemudian. “Ih kangnya ini lho… kayak gak tau aja…” jawab Sariyem malu-malu. Hendri memutar badannya, sekarang dia telentang menghadap Sariyem yang kangih duduk terpaku, “Sungguh… saya gak tau mbak” aku Hendri. Sariyem memalingkan wajahnya, terlihat semu merah di pipi Sariyem yang menambah manis rona wajahnya. “Itu lho… buat pasangan suami istri kalo mau melakukan hubungan…” jawab Sariyem tersipu. “Hubungan…? hubungan apa…?” tanya Hendri dengan muka bloonnya. “Ahhh… kang Hendri ini lho… ya hubungan suami istri” jawab Sariyem sembari mencubit lengan Hendri. “Bagi yang punya pasangan… kalo kayak aku gimana…? siapa pasanganku ya…?” kerling Hendri menantang Sariyem. Sariyem sendiri membuang mukanya, tetapi Hendri menangkap semu merah di wajah Sariyem. Sariyem bangkit mengambil bakul yang tertinggal di ruang tamu, sekembalinya dia bertanya lagi kepada Hendri, “Jadi nggak… jamu Sehat Lelakinya kang?” tanyanya kepada Hendri. “Sini dulu dong…” jawab Hendri sembari tangannya mempersilahkan Sariyem untuk duduk di sampingnya lagi. “Kalo aku jadi minum… terus bereaksi… buat membuktikannya gimana kalo jamu buatan mbak itu benar-benar berkhasiat” goda Hendri. “Ya sama pacarnya dong… maunya sama sapa?” pancing Sariyem gantian. “Gimana kalo sama mbak aja… soalnya pacar yang mana juga bingung aku” tembak Hendri sekenanya. “Jangan ah… entar kedengeran sama tetangga lho” jawab Sariyem tanpa nada penolakan. Kemudian Sariyem mengambil botol dari bakul dan meracik ramuan Sehat Lelaki. Hendri bangkit dari tidurnya kemudian mendekati tempat Sariyem duduk, dibelainya kepala gadis itu dengan lembut. “Jangan kang… genit ah… entar aku teriak lho” ancam Sariyem jinak-jinak merpati. “Teriak aja… paling gak ada yang keluar… orang ujan-ujan begini… pada males orang keluar” tantang Aton. Kemudian belaian Hendri turun ke pipi Sariyem terus ke leher jenjangnya. “kangss… geli ahh.. entar tumpah nih gelasnya” ancam Sariyem. “Kamu cantik lho mbak… kok bodoh sekali ya bekas suamimu itu” rayu Hendri, “Soalnya janda itu kaya kang… sementara aku kan cuma orang desa yang gak punya apa-apa” jawab Sariyem sembari memberikan gelas berisi ramuan jamu kepada Hendri. “Nih… minum dulu ramuannya… ditanggung ces pleng…” jawab Sariyem tanpa di sadari. “Hee… berarti mau dong ngebuktiin khasiatnya” tembak Hendri setelah meminum habis ramuan jamu tersebut. “Eh… ya nggak gitu… nyobanya gak sama aku” elak Sariyem merasa di tembak Hendri. “Sekarang pijitin bagian depannya dong mbak, khan gak imbang kalo cuma belakangnya aja yang di garap” pinta Hendri. “Depannya minta di kerok sekalian kang?” tanya Sariyem. “Nggak usah di kerok… pijitin aja” kata Hendri. Pijitan Sariyem di dada Hendri, kembali membuat pemberontakan adiknya di dalam sarung. Tangan kanan Hendri kembali meraba pipi halus Sariyem, wanita itu terdiam. Kemudian Hendri menelusuri rabaan mulai turun ke leher Sariyem, perlahan tapi pasti dibukanya kancing kebaya Sariyem, Sariyem menoleh ke samping, dadanya bergemuruh, dirasakan semua bulu kuduknya berdiri, sensasi ini telah lama ia rindukan, semenjak bercerai dengan suaminya setahun lalu, tidak ada tangan laki-laki lain yang menyentuh tubuh sintalnya. Hendri merasakan deru nafas Sariyem yang mulai tidak teratur, dalam hati Hendri bersorak… kena lo sekarang…! Dirabanya bukit kembar satu persatu. Hendri tidak mau terburu-buru, diraba dengan bra yang kangih terpasang. Rona wajah Sariyem semakin nyata, “kangss… jaaangaannnn… kangs… nanti dilihat orang” erang Sariyem sembari menahan gejolak dalam dirinya tanpa menepis tangan Hendri. Hendri tidak menjawab, perlahan di bukanya kebaya Sariyem mulai dari pundak. Sariyem mencoba untuk menahan tangan Hendri, kemudian Hendri bangkit dari tidurannya, Sariyem memiringkan wajahnya seolah takut berhadapan dengan wajah Hendri yang tinggal beberapa senti lagi darinya. Hendri meraih dagu wanita itu, perlahan dipalingkan wajah Sariyem tepat dihadapannya, kemudian Hendri mendekatkan bibirnya mengecup bibir Sariyem, Wanita itu menolak, tetapi hanya sesaat, kedua tangan Hendri memegang pundak wanita itu dan dilanjutkannya mengecup bibirnya, bergetar bibir wanita itu dirasa menambah nafsu Hendri, perlahan dibukanya bibir itu dan dikulumnya lidah wanita itu, terlihat Sariyem mulai menikmatinya sambil memejamkan mata. Kedua tangan Hendri menurunkan kebaya yang dipakai Sariyem, tanpa perlawanan lagi. Sembari mereka saling berpagutan, dicarinya pengait bra di punggung wanita itu dan berhasil dibukanya, perlahan diturunkannya tali di atas pundaknya ke samping dan turun ke bawah. Hendri terhenyak tanpa melepaskan pagutannya, bukit kembar wanita itu kangih kencang, bulat dan mengacung putingnya menantang, kemudian dirabanya kedua bukit itu disertai erangan kecil Sariyem. “kangss… aku takuuutt…” erang Sariyem. “Sssstttt… enggak pa pa kok… nikmatin aja ya sayang” ujar Hendri menenangkan wanita itu. Kemudian Hendri mengambil tangan kiri Sariyem yang kemudian diletakkannya di atas sarung tepat di senjata Hendri. “kangs… gak pake celana dalam ya…?” tanya GSariyem sembari mengelusnya dari luar sarung. Hendri hanya tersenyum, kemudian diapun berusaha untuk melepaskan kain yang kangih dikenakan Sariyem. Setelah kain terlepas… Hendri tidak dapat menahan gelinya, “Kamu juga gak pake daleman ya…? tanya Hendri dengan geli. “Memang rata-rata tukang jamu itu tidak memakai celana dalam kang” jawab GSariyem ketus, giliran Hendri yang kaget dan melongo… Gila!!! Perlahan ditatapnya wajah Sariyem, perlahan tapi pasti tangan Hendri merenguh bahu wanita itu dan perlahan-lahan merebahkannya ke lantai. Hendri mulai meraba kedua bukit kembar Sariyem, sementara wanita itu memalingkan wajahnya menghindar tatapan Hendri, di pegangnya tangan Hendri tetapi tidak bermaksud untuk melarang. Hendri memang pandai memanjakan wanita, walau dirasa tubuh wanita itu sedikit berbau ramuan jamu, tidak mengurangi nafsu Hendri untuk kemudian menjilatinya. Dimulai dari leher jenjang wanita itu, kemudian perlahan turun pada dua bukit kembar, kembali lidah Hendri menyelusuri gundukan bukit itu satu persatu yang diakhiri dengan sedotan diujung putingnya. Terdengar erangan wanita seperti kepedesan, kedua tangannya telah beralih ke rambut gondrong Aton dengan sedikit jambakan. Lidah Hendri meneruskan gerilyanya, turun ke arah pusar Sariyem, terlihat Sariyem demikian menikmatinya, kegiatan yang tidak pernah dilakukan suaminya dahulu, karena suaminya hanya memaksa bila ingin dipenuhi kebutuhan sahwatnya tanpa Sariyem merasakan nikmatnya berhubungan insan berlainan jenis. BandarQ Online Indonesia Terpercaya Tangan Hendri kembali merekang bukit kembar Sariyem, sementara jilatan Hendri telah mendekati sasaran di sarang kenikmatan Sariyem. Luar biasa… bulu kemaluan Sariyem demikian lebatnya, menambah sensasi tersendiri buat Hendri. “Eh… kangss… mau ngapaiiinn…? selidik Sariyem di atas sana. Hendri tidak menjawab, tangan kanannya berusaha menyingkap bulu lebat Sariyem untuk menemukan kenikmatan gadis itu. “Jangan kangss… kotooorrr… achhh…” erang Sariyem menahan gejolak yang untuk pertama kali dirasakan sensasi itu. Hendri hanya melirik ke atas, dilihatnya mata wanita itu terpejam kenikmatan. “kangss… ediaaannn… uenakeee… ssshhh… aaahhh… emmmhhh kangss…” jerit tertahan Sariyem sembari menjambak rambut Hendri. Lidah Hendri menemukan klitoris Indah, dijilat, dipluntir dan sesekali dihisap lembut, sehingga tak lama membuat Sariyem kelojotan. “kangss… gak kuaaat… mauuu pipp pisss…” teriak Sariyem sambil berusaha menyingkirkan kepala Hendri dari kemaluannya. Hendri menolak dan semakin kuat membenamkan wajahnya kedalam kemaluan Sariyem. Tak lama kemudian Hendri merasa kalau kepalanya sedikit sakit akibat jepitan paha Sariyem, tetapi di tahannya, karena Hendri tahu bahwa wanita ini mengalami orgasme yang teramat hebat dan dahsyatnya. “Achhh… emmmhhh… kangss…sss…sss acchhh…” jerit tertahan Indah mengiringi orgasme yang baru sekali ini dialaminya, seolah copot semua persendian di tubuhnya. Sensasi apa ini, yang tak mampu dicapai oleh pikirannya, karena tidak pernah di dapat dari mantan suaminya dulu. Sariyem terkapar kelelahan, Hendri memeluknya, dielusnya rambut dan pipi Sariyem, sementara Sariyem kehabisan nafas, seakan habis puluhan kilometer dia lari… “Gimana rasanya mbak?” tanya Hendri beberapa saat kemudian setelah Sariyem terlihat telah dapat mengatur nafasnya. “kangss… tadi itu rasanya seperti apa ya…? tanya Sariyem kebingungan disela nafas yang kangih tersengal. “Sssst… sudah tak usah diungkapkan… pokoknya dirasain aja ya…” jawab Hendri menenangkan Sariyem. Beberapa saat kemudian Sariyem telah normal kembali pernafasannya dan bangkit duduk di samping Hendri. “Kok kang gak jijik sih nyiumin pepekku” tanya Sariyem yang membahasakan kemaluannya dengan pepek. Hendri tidak menjawab, malah dia bertanya pada Sariyem “Sariyem bener… belum pernah merasakan seperti tadi ya?” “Bener kang, soalnya suami Sariyem itu Peltu” jawab Sariyem. “Peltu??? emangnya suami Sariyem itu aparat?” goda Hendri. “Bukan… nempel metu…” jawab Sariyem tersipu. “Ha… ha… ha…” tawa renyah Hendri. Sariyem sudah tidak malu-malu lagi, perlahan tangan kanannya meraih senjata Hendri yang kangih tegak berdiri, “kang… punyanya kok panjang begini ya” tanya Sariyem sembari mengelus senjata Hendri. Hendri tersenyum, diberinya ruang untuk Sariyem dapat sepenuhnya menikmati senjata Hendri. Kemudian perlahan dan agak ragu, Sariyem mendekati senjata Hendri ke wajahnya, matanya melirik Hendri seakan meminta persetujuan Hendri, Hendri tersenyum dan mengangguk. Dengan tidak buru-buru, dikangukkannya kepala senjata Hendri ke dalam mulut Sariyem, Hendri terpejam merasakan sensasi bibir Sariyem sembari mengelus rambut wanita itu, luar biasa… katanya tidak mempunyai pengalaman, Tetapi dalam urusan sedot-menyedot… rupanya Sariyem juga jagonya, bathin Hendri, mungkin ini yang dinamakan bakat alam, tanpa dipelajari sudah berjalan secara naluri. Hendri kangih bermain dengan pikirannya, sementara Sariyem mengulum senjatanya. Sosok Sariyem di mata Hendri seolah tidak bedanya dengan cewek-cewek kencannya, tetapi Sariyem mempunyai nilai plus. Di samping Sariyem hanya seorang tukang jamu, tetapi dalam merawat tubuh tidaklah kalah dengan cewek kuliahan, Kulit Sariyem putih bersih dengan bulu-bulu halus di sekujut tubuhnya, ketiak yang tidak dicukur tetapi rapi memberi kesan tidak jorok, sementara bulu kemaluan yang lebat sampai ke belakang. Hendri terhenyak melihat Sariyem terbangun dari kulumannya di senjata Hendri. “Kenapa mbak?” tanya Aton, “Pegel kang mulutku, habis gede banget sih senjatanya” senyum Sariyem malu-malu. “Oke, sekarang mbak tiduran, aku kangukin ya senjataku ke pepek embak” kata Hendri. Tanpa perlu menjawab, Sariyem merebahkan tubuhnya mekangang posisi, kemudian Hendri mulai menusukkan senjatanya kedalam kenikmatan Sariyem. “Auuu… pelan-pelan ya kangss… kangukinnya… maklum dah lama gak di pake?” meringis Sariyem merasakan moncong senjata Hendri mekanguki lubang pepeknya. Setelah di rasa cukup kanguk dan menyesuaikan di dalam lobang kenikmatan Sariyem, mulailah Hendri memaju-mundurkan senjatanya. “Ssshhh… enaaak kangss… terusss… yang dalammm kangss…”erang Sariyem keenakan. Hendri mulai berkeringat, walau udara di kamar sebetulnya cukup dingin, mungkin karena jamu yang diminum tadi sudah bereaksi. “Gila nih lobangnya mbak… adikku kamu jepit pake apa sih mbak” kata Hendri disela aktifitasnya memaju mundurkan senjatanya, “Ah… kang Hendri ini lho.. sempet-sempetnya bercanda… enggak kok kang… barangku enggak ada alatnya… cuman bisa njepit aja” bangga Sariyem. “Ini yang dinamakan orang Empot Ayam’ ramuan Madura… khan ada jamunya juga mbak” kata Hendri. “Iya kang… aku rajin minum juga… cuman gak tau namanya apa… soalnya itu jamu warisan nenekku yang memang kangih ada keturunan Madura…” jawab Sariyem sembari merasakan sensasi kembali. “Accchhh… kangss… aku moo pippiisss lagiii… aahhh…” untuk kedua kalinya Sariyem melenguh panjang, pertanda telah sampai orgasme nya yang kedua. Dijepitnya pinggang Hendri… dipeluknya dada Hendri, seolah mau melumat tubuh kurus Hendri, Hendri sedikit meringis merasakan jepitan kaki Sariyem dan pelukan tangan Sariyem di tubuhnya, tetapi Hendri mengerti akan kenikmatan Sariyem, maka dibiarkannya wanita itu menjepit tubuhnya. Setelah beberapa saat Hendri memberi waktu untuk Sariyem mengembalikan nafas liarnya, ia berinisiatif untuk merubah gaya, disuruhnya Sariyem untuk nungging membelakanginya, Hendri melakukan dogy style. Inipun sensasi lain yang dirasakan Sariyem, baru dengan Hendri ini ia merasakan indahnya persetubuhan. Hendri pun merasakan sensasi lain dari jepitan lubang Sariyem, dengan posisi ini, lubang kemaluan Sariyem semakin dirasakan sempit, sedikit mengalami kesulitan bagi Hendri untuk memaju-mundurkan senjatanya, walau lubang Sariyem sudah sedemikian basahnya akibat orgasme Sariyem tadi. Tangan Hendri memegang pinggul Sariyem, sedangkan Sariyem memeluk bantal sembari mengerang kenikmatan, “tusuk yang dalammm… kangss… ssshhh…. Akhirnya Hendri memacu semakin cepat dengan tujuan untuk mencapai puncak kenikmatan bersamaan, kali ini. “kangss… pippiiisss… lagi nihhh akuuu…” desak Sariyem, “sabar sayang… kang juga mau keluar nihhh… ayuuukkk… aaahhh… Naaahhh” lenguh Hendri. demikian juga Sariyem yang semakin liar memeluk serta menggigit sarung Aton, “aaacchh… emmmhhh… enghhh… kangss…” Keduanya terkapar di kasur dengan deru nafas yang saling berlomba, Sariyem memeluk Hendri, Hendri membelai rambut lurus Sariyem. Mereka saling mendekap, berpagutan, disela deru nafas mereka berdua, hujan deras di luar. Tetapi di dalam kamar telah terjadi kehangatan yang dahsyat. “Mbak, gimana rasannya dengan gaya kayak barusan tadi?” tanya Hendri memulai pembicaraan. “Sungguh kang, baru kali ini saya merasakannya dan ternyata luar biasa, seperti pengen mengulang terus dan terus” jawab lugu Sariyem. “ha… ha… ha… kayak iklan aja nih…” gelak Hendri. “Kalo kang Hendri udah berapa cewek yang kang Hendri puasin?” selidik Sariyem sembari memainkan puting susu Hendri, “Hemm… berapa ya…” jawab Hendri seolah berpikir, “tau ah… saking banyaknya”. “dasar laki-laki buaya” geram Sariyem sembari mencubit dada Hendri. “Trus… kebanyakan cewek-cewek itu juga puas kang…?” tanya Sariyem sedikit cemburu, “seperti jawabanmu bila kamu di tanya sama orang, pasti jawabannya… Luar Biasaaa…” jawab Hendri geli sembari mencubit mesra hidung Sariyem. “kang Hendri gak punya cewek yang diseriusin ya?” kejar Sariyem lagi, “mana ada yang bisa serius dengan aku… kebanyakan cewek yang deket sama aku juga paling-paling minta dipuasin nafsunya” elak Hendri. “Nakal ya kang Hendri ini…” gemes Sariyem sembari mencubit senjata Hendri. “Ha… ha… ha… memang itu yang mereka inginkan.. kebanyakan mereka nggak kangen sama aku,,, tetapi kangen sama burungku… ha.. ha… ha… canda Hendri sambil terkekeh renyah. “tapi suatu saat nanti… pasti lah aku cari pendamping yang setia… mungkin seperti kamu mbak… selain manis, putih, pintar memijit dan piawai dibidang jepit-menjepit…” aku Hendri sembari memeluk dan mengelitik payudara Sariyem. “Gombal…” jawab Sariyem sembari berusaha melepaskan diri dari dekapan kelitikan Hendri yang sengaja menyenggol payudaranya. “kang… aku ke kamar mandi dulu ya, lengket rasa sekujur tubuh nih… pinjam handuknya boleh kang? tanya Sariyem sembari bangkit menuju kamar mandi, “Tuh di depan kamar mandi… handukku warna merah” jawab Hendri. Memang diakui Hendri bahwa jamu ramuan mbak Sariyem memang terbukti khasiatnya, Hendri merasa cairan yang dikeluarkannya begitu banyak dan kental, serta pegal-pegal di badannya seketika hilang tak dirasa. Entah membayangkan sensasi apa yang ada dalam tubuh Sariyem, Hendri merasa senjatanya bangkit berdiri kembali, gila nih jamu… dah minta jatah lagi adik gua. Hendri bangkit dari tidurannya dihampirinya Sariyem yang sedang berada di kamar mandi, “lho… kok gak ditutup pintunya mbak?” tanya Aton geli dan melihat Sariyem sedang jongkok mengguyur air di sekujur tubuh mulusnya. “Katanya gak ada orang… makanya gak aku tutup pintunya, lho… kok sudah mengacung lagi kang senjatanya?” goda Sariyem sembari melihat kemaluan Hendri yang tegak berdiri. “Iya nih… tanggung jawab lho mbak… gara-gara jamunya nih… adikku minta jatah lagi” protes Hendri. “Aduh kacian… sini-sini mbak angetin…” bujuk Sariyem sembari meraih kemaluan Hendri dan segera dikulumnya. “Ahhh… sssttt… enak mbak” lenguh Hendri sembari mengelus rambut Sariyem, slruuup… slruup… ck..ck..ck.. bunyi mulut Sariyem terganjal kemaluan Hendri. Cerita 18 Tahun Keatas Cerita Sex Cerita Dewasa Cerita Mesum Hot Story Cerita Ngentot Artikel Porno Setelah beberapa saat dirasa cukup oleh Hendri, dipegangnya pundak Sariyem, dibimbingnya Sariyem untuk berdiri, kemudian diputarnya tubuh Sariyem membelakanginya, dengan tubuh basah Sariyem, Hendri memeluk Sariyem dari belakang. Dicumbunya leher wanita itu dan dijilatnya rambut kalong Sariyem, sementara kedua tangannya menyusup dari bawah ketiak Sariyem dan menuju kedua bukit kembar Sariyem. Sariyem merasa tersanjung, diangkatnya kedua tangannya dan dipegangnya kepala Hendri sembari melenguh kegelian “kangss… ennaaakk… ssshhh… geliii kangss…” Puting susu Sariyem mengencang, mengeras disela jemari Hendri. Dia memang lelaki hebat yang bisa memanjakan wanita kagum hati Sariyem serasa melambung ke langit ke tujuh belas… “Mbak… coba membungkuk sedikit… pegangan di bibir bak mandi… kakinya direnggangkan sedikit ya sayang” pinta Hendri yang dituruti Sariyem dengan sedikit bingung. Kemudian Hendri jongkok di belakang Sariyem, kedua tangan Hendri meraba pantat Sariyem dan membelahnya layaknya membelah durian tetapi perlahan dengan perasaan. Kemudian Sariyem menjerit kecil, setelah dirasa ada benda basah tetapi hangat menyentuh lubang duburnya, ditengoknya kebelakang, ternyata Hendri sedang bermain lidah di lubang duburnya. Sariyem kaget, tetapi menikmati sensasi lain yang tak kalah luar biasanya, Sariyem merasa geli yang tidak tertahan tetapi nikmat, dengan tidak sengaja Sariyem menggoyang-goyangkan pantatnya ke kiri dan ke kanan karena kegelian. Ceplak… cepluk… bunyi lidah Hendri menjilati lubang dubur Sariyem yang diselingi turun ke arah lubang kenikmatan Sariyem yang sudah terlanjur banjir. Tanpa di sadari Hendri, tangan kanan Sariyem berpindah ke selangkangannya sendiri, dipijitnya klitoris Sariyem sendiri. “kangss… enaakk… kangss… emmmhhh… ” erang Sariyem sembari menggigit bibir. Kemudian Hendri bangkit berdiri, diciumnya bibir Sariyem dari samping sembari berkata “Enak mbak… emmmhhh…”, “Enaakkk kangss… jawab Sariyem malas. Kemudian Hendri kembali ke belakang Sariyem, Perlahan tapi pasti dikangukkannya kemaluan Hendri ke lobang kenikmatan Sariyem. “Ssshhh… kangss… yang dalaaamm yahhh…” rintih Sariyem kangih dengan posisi setengah terbungkuk. Plok… plok… plok… bunyi suara maju mundur Hendri memompa yang mengenai pantat Sariyem membuat suasana menjadi semakin panas., sekarang dengan bercampurnya lend*r kenikmatan Sariyem dan air dari bak mandi, dirasa Hendri tidak begitu sulit seperti tadi di kamar tidur. Hujan di luar kosan kangih deras… sehingga erangan Sariyem tidak begitu terdengar, kalah dengan derasnya hujan yang turun di atas kamar mandi yg tertutup seng. Irama jatuhnya hujan di atas seng, teriakan nikmat Sariyem semakin menambah irama Hendri dalam memacu tusukan senjatanya pada lubang kenikmatan Sariyem, Sariyem semakin liar bergoyang, ke kiri ke kanan, ke atas bawah, kadang membuat gerakan memutar seolah memeras kejantanan Hendri. Mbak Jamu Sexy Sariyem Pembangkit Nafsu “kangss… Sariyemhh nyampeee lagiii kangss… ssshhh… aaahhh” lenguh Sariyem mencapai klimaksnya. Hendri menarik erat pinggul Sariyem, didorongkannya kemaluan Hendri ke dasar lubang Sariyem semakin dalam sembari ditahan di dalamnya sembari dirasakan beberapa kedutan liang kenikmatan Sariyem yang berkontrasi meluapkan gairah orgasmenya, benar-benar empot ayam nih cewek… sorak hati Hendri, Sariyem KO keempat kalinya. Dicabutnya batang kemaluan Hendri, dan sekarang posisi bergantian. Hendri duduk di tepi bak mandi, sementara Sariyem jongkok di hadapan Hendri. Kemudian Sariyem mekangukkan kemaluan Hendri ke dalam mulutnya, mengulumnya dan memaju-mundurkan batang kemaluan Hendri. Sariyem marasa kondisi Hendri tak lama lagi mendekati klimaks, Sariyem mau memberi service dengan tetap mengulum kemaluan Hendri serta membiarkan Hendri mengeluarkan orgasmenya didalam mulutnya, dan “achhh… ssstttt… mmmbaaakhh… aagghhh… aku keluaaarrr…” dengus Hendri mencapai puncak, sembari memegang kepala Sariyem serta mengacak-acak rambutnya, senjata Hendri tetap di dalam mulut Sariyem, hingga tetes mani terakhir dan langsung ditelannya. Sensasi luar biasa dirasakan Hendri sembari melihat bagaimana Sariyem mengulum penisnya seperti seorang anak kecil mendapat sepotong es krim kesukaannya. Setelah beberapa saat, di sela nafas yang muali teratur, Hendri bertanya kepada Sariyem “Enak mbak…?”, “he-eh… asin tapi gurih kang…” senyum Sariyem puas sembari membersihkan sisa sisa lend*r dengan lidahnya di sekitar batang kemaluan Hendri dan menelannya. “Baru ini pula aku merasakan sperma laki-laki, ternyata gurih ya kang ya…” pengakuan Sariyem sembari terus mengelus dan memijit batang kemaluan Hendri. Setelah selesai keduanya membasahkan tubuh kanging, saling menggosok, meraba dan membersihkan cairan sabunnya. Keluar dari kamar mandi, Sariyem menuju meja rias di dalam kamar Hendri, sementara Hendri berjalan ke dapur guna mekangak air untuk membuat teh manis hangat. Sesekali diliriknya Sariyem dari dapur ke dalam kamar, Sariyem duduk membelakangi Hendri sembari mengeringkan rambut dengan handuk tanpa sehelai benang pun menutupi tubuh sintalnya. Melihat pemandangan itu, Hendri terpana dari tempatnya membuat teh, gila perfect banget tuh body batin hatinya, orang gak akan nyangka bahwa tukang jamu memiliki body yang aduhai, apalagi barangnya… bisa memijit pula… mungkin karena setiap hari berjalan dan membawa beban di punggung, yang tanpa disadari sudah merupakan olah raga sex… kangih dalam pikiran Hendri melihat pemandangan Sariyem dari belakang. “Mbak… nih teh hangatnya… aku cuman bikin satu buat kita berdua ya… biar tambah mesra… bukannya pelit lho” canda Hendri sembari membawa teh hangat yang diletakkan di atas meja rias. Hendri meraih kursi dan duduk di sebelah meja rias yang sedang dipakai Sariyem untuk mengeringkan rambut, dipandanginya Sariyem dari sisinya duduk. “Ah… kang… kok ngeliatin Sariyem terus sih… Sariyem kan malu…” celoteh Sariyem manja sembari mencubit pipi Hendri. Hendri hanya tersenyum dan mendekati bibir wanita itu serta mengecupnya dengan mesra. Ketika Sariyem menyisir rambutnya, otomatis siku tangannya terangkat ke atas dan memperlihatkan ketiak Sariyem yang ditumbuhi bulu tetapi tidak lebat sehingga tidak memberi kesan jorok. Hendri meraih ketiak Sariyem, dielusnya bulu-bulunya, “gak pernah dicukur ya mbak”. “Mana sempet kang… gak ada waktu ngurusin diri” bela Sariyem. Hendri kembali memperhatikan Sariyem menyisir rambutnya, begitu pandangan Hendri ke bawah, dilihatnya payudara Indah bergoyang ke kiri kanan, menambah pemandangan menjadi panas kembali. “Mbak… adikku bangkit lagi nih…” bisik Hendri sembari memberi kode liwat tatapannya ke arah kemaluannya. “Ihhhh… tuh kan… baru percaya sama ramuan jamuku…” gekang Sariyem sembari mencubit dan mengelus kemaluan Hendri. “Gimana kalo mau minta jatah lagi” harap Hendri, “Aduh… khan udah mandi kang, lagian aku capek banget nih sampe berasa copot semua tulangku kang” elak Sariyem. Tetapi Sariyem bangkit dan berjongkok di depan Hendri, “Ya deh… ini tanggung jawabku… aku kulum lagi aja ya kang… kasian klo gak bisa tersalur” jawab Sariyem memberi solusi. Hendri hanya tersenyum sembari melihat lagi Sariyem mengulum kemaluannya, dielusnya rambut Sariyem. Sariyem memang cepat bisa, sedotannya membuat Hendri tidak dapat bertahan lama, dan memang ini yang dimaui Hendri, karena ia berpikir bila hanya dia yang bermain tidaklah terlalu nyaman. “Mbak… achhh…” jerit Hendri mengiringi orgasmenya kali ini yang seperti tadi langsung ditelan habis Sariyem. “Kok cepet keluarnya sekarang kang?” tanya Sariyem tersenyum. “Sengaja, habis klo main sendiri gak enak lah rasanya, makanya aku kosentrasi supaya cepet keluar” bela Hendri. “He… he… he… khan kangih ada besok lagi kang…” kata Sariyem sembari membersihkan kemaluan Hendri dengan tisu yang berada di atas meja tersebut, sembari mencium mesra pipi Hendri. “Udah… tidur sini aja mbak, aku kelonin deh” rayu Hendri melihat Sariyem mulai memakai bra kain dan kebayanya setelah dia membersihkan diri di kamar mandi sekali lagi. “Endak ah kang… gak enak sama teman kos saya” jawab Sariyem mengelak ajakan Hendri. “Tapi besok… kalo saya kangen sama kang.. boleh ya saya main ke sini…” pinta Sariyem memelas, “Oke aja… kalo pas saya ada di kosan, biasanya sih suka keluyuran” jawab Hendri seenaknya. “Sekarang saya tinggalin lagi jamunya ya kang, siapa tau ada yang butuh kehangatan kang Hendri lagi he… he… he…” canda Sariyem setelah dia selesai memakai semua pakaiannya sembari mengangkat bakul berisi jamunya. “Berapa semuanya mbak…?” tanya Hendri sembari membuka dompet untuk membayarnya. “Sudah kang… saya kasih gratis… soalnya saya sudah dapat kepuasan yang selama ini gak saya dapetin” tolak Sariyem halus, “Yang bener nih mbak… mosok dah disuruh ngerokin sama ngelonin… kok gak mau di kasih uang sih?” protes Hendri. “Alaaahh… saya tau kHendrig Mahasiswa… paling juga recehan doang isinya… ha… becanda lho kang… serius kok kang… aku yang terima kasih… kang Hendri bisa mengerti perasaan wanita, salam aja ya kang buat temen kencan kang yang lain” goda Sariyem sembari pamitan keluar kamar. “Eh… sebentar mbak!” seru Hendri setelah memakai kain sarungnya kembali, Sariyem berhenti, kemudian Hendri mendekati Sariyem memeluk wanita itu dan memberi kecupan lembut di bibir Sariyem sembari menyelipkan sejumlah uang ke dalam bra Sariyem dan berkata “Sekali ini jangan menolak ya mbak… saya bersalah jika tidak memberi ini mohon jangan anggap sebagai imbalan jasa… tetapi rasa sayang saya dan sebagai rasa terima kasih buat embak”. Sariyem terpaku dan menatap Hendri, tak dinyananya bahwa lelaki ini selain ganteng, pemberi kepuasan dan baik hati terhadap wanita, ah… seandainya…. Sariyem tidak mampu melanjutkan impiannya yang dianggap mustahil bagi dirinya, tak terasa menetes air mata harunya. Hendri mengusap air mata Sariyem dan mengecup kening Sariyem, “Sudah ya sayang… gak usah nangis… semoga besok kita bisa lebih panas lagi” goda Hendri menghibur Sariyem. “Ma kasih ya kang” pamit Sariyem meninggalkan kos-kosan Hendri. Hendri terpaku melepas kepergian Sariyem, hujan baru saja berhenti, waktu menunjukkan pukul sepuluh malam, gila dari jam lima sore tadi kita berdua main bathin Hendri. Tetapi Hendri merasa klo tubuhnya dalam kondisi puncak, dahsyat sekali ramuan mbak jamu tadi ya pikir Hendri, besok kalau bertemu, aku akan minta lagi ah, pikir Hendri sembari menutup pintu kos-kosan dan kembali ke kamarnya untuk tidur. Hai, nama saya Andi. Ini kisah saya liburan ke ke rumah ortu saya di suatu kabupaten yang terletak di lereng pegunungan karena lagi libur pergantian semester di universitas saya. Pada saat itu saya sedang duduk-duduk di teras sambil menghirup udara segar tidak seperti di bandung yang sekarang sudah mulai tercemar polusi. kemudian setelah berselang beberapa menit, kemudian ada seorang wanita menggunakan capil topi bambu berbentuk kerucut yang biasanya dipakai petani dan menggendong sebuat bakul yang berisi botol-botol bekas syrup. Mukanya tidak kelihatan karena ditutupi capil coklatnya tapi terlihat dari tanganya kalau dia berkulit putih. mungkin karena saya lama memerhatikanya dia kemudian dia masuk dari pagar yang terbuka dan masuk keteras. “jamunya tuan…..” kemudian dia membuka capilnya. terlihat seorang wanita yang kira-kira berumur 28 tahun. mukanya cantik sekali, putih mulus dan tak satupun jerawat hinggap di wajah cantiknya. “jamunya ada apa aja mbok” “ada jamu kuat, encok, pegel linu, cekot-cekot, asam urat dst. macam-macam sampai pusing mendengarkanya” “waduh maaf mbok, saya nggak sakit” “oh… kalau begitu minum jamu ini aja mas, ini buat sehari-hari supaya tetap sehat” “ya udah deh mbok, yang itu aja…” kemudian dia mengeluarkan sebuah gelas kaca dan mulai tanganya mengambil bermacam-macam botol dan menuangakanya ke gelas itu seperti bartender. Saya diam diam meliahatnya dari ujung rambut sampai ujung kaki. rambutnya yang hitam panjang dan lurus menghiasi wajahnya yang bersih itu. dan terlihat badannya sangat sintal dan langsing singset dan kaki putihnya yang tidak ditumbuhi bulu-bulu. Terlihat dia sangat merawat dirinya. mungkin dirinya rajin minum jamunya itu. dari atas melihat gundukan payudaranya dibalik bajunya. terlihat payudaranya yang SANGAT BESAR dan kencang itu. rupanya dia tidak menggunakan BH. tapi tetap saya kesulitan melihat putingnya karena bajunya ketat. tapi putingnya pun tidak terlihat karena bajunya tebal “ini mas jamunya” “triam kasih” kemudian saya minum jamunya sedikit demi sedikit sambil melihat wajahnya yang cantik itu sambil berbincang-bincang “waduh mbok, jamunya enak banget” “trima kasih mas…” “andi, nama saya andi. nama mbok siapa” “nama saya Sumirah” “panggilanya siapa mbok sumirah?” “terserah mas” “kalo manggilnya mbok mirah boleh nggak?” “boleh mas, tapi jangan panggil saya mbok, saya kan belum nenek-nenektertawa kecil” “iya mirah kamu masih muda, cantik lagi” “ah mas bisa aja deh” “pasti suami kamu pasti senang sama kamu” ucapan ini tersirat untuk menanyakan statusnya karena biasanya disini orang kawin pada umur 20 tahunan “saya belum kawin mas” “ohh begitu toh” “ngomong-ngomong mirah sudah jualan jamu sejak kapan?” “sudah 7 tahun” “ohh gitu toh mbak, oh ini mbak sudah habis” kemudian saya memberikan gelas kepadanya “3000 mas” kemudian saya berdiri dan mengambil dompet saya di kantong dan mengambil selembar 5000 an “ini mbak” kemudian saya menyenggol tanganya. halus sekali. “ini mas kembalianya” kemudian saya menyenggol tanganya kembali kemudian dia pergi dan menjajakan ketempat lain. kemudian keesokan harinya saya ingin bertemu dia lagi sehingga saya kembali menunggu di teras rumah di pagi hari. cukup lama saya menuggunya sekitar setengah jam. tapi ujung hidungnya belum tampak juga. kemudian saya masuk kerumah. kemudian sekitar 3 jam kemudian terdengar sebuah ketukan di pintu depan. kemudian saya buka pintunya dan ternyata yang datang rupanya si mirah. “mas andi, jamunya lagi nggak?” “wahh… dari tadi sudah saya tunggu-tunggu kok nggak datang” “iya mass tadi saya lagi nganter anak saya ke sekolahan” kemudian saya bingung, “belum kawin kok punya anak sih?” gumamku kemudian saya ajak ke dalam rumah saya “ayo mbak masuk aja” “trima kasih mas” kemudian dia langsung masuk kerumah saya dan melepaskan sendal kumalnya di depan “eh mirah jangan dibuka sendalnya!” “nggak papa mas nanti ngotorin lantai mas aja” kemudian dia masuk kerumah dan duduk beralas ubin “em mirah kok duduk disitu sih” “kan kebiasaan saya begini mas, masa tukang jamu duduk di kursi, kan nggak sopan?” “ini kan di ruang tamu jadi nggak apa-apa ayo duduk” kemudian dia duduk di sofa. “nah gitu dong nanti kalo duduk di lantai masuk angin lo…” “iya mas” “oh ya mirah, kemarin minumanya bikin saya sehat dan bertenaga” “maksih mas, mas mau minum itu lagi?” “iya mirah” kemudian dia mulai meramu minumannya. tapi perbincangan kami membuatnya berhenti sebentar-sebentar “mirah, biasanya yang laku itu jamu apa?” “oh, biasanya jamu buat perempuan sama jamu kuat mas” “jamu buat perempuan itu apa aja?” “jamu pembesar dan pengencang payudara dan pantat, kulit putih dan mulus & jamu rapet mas. biasanya pagi-pagi saja sudah laku mas” rupanya menedengar begini saya penis saya sudah berdiri separo “oh gitu toh, pantesan yang punya cantik sekali” “ah mas bisa aja deh” katanya tersipu malu “abis itu tetek kamu juga besar, pasti sering minum jamunya ya” “ah mas ngga enak loh didengar orang” “tenang mbak santai saja di sini cuman kita berdua, tapi yang tadi beneran lo mbak” “oh itu gara-gara saya harus minum tiap hari” “kok harus?” “iya karena kalau rasanya beda berarti racikanya beda mas jadi hasilnya juga beda mas” “oh gitu toh, ngomong-ngomong tadi mbak ini janda ya?” “nggak mas” “ngangkat anak angkat?” “nggak mas, kok pertanyaannya seperti itu sih?” “anu mbak saya bingung kok katanya nganter anaknya tapi belum nikah” kemudian dia menumpahkan air jamunya ke lantai “maaf mas nggak sengaja” “enggak saya yang minta maaf saya lancang, saya mau ngambil pel dulu” kemudian saya mengambil pel lantai di sudut ruang dan membawanya ke ruang tamu “udah mas saya aja ngelap” sebetulnya saya ogah-ogahan jadi langsung memberi pelnya ke mirah “ini mirah” kemudian dia langsung menjongkok di hadapan saya dan mengelap. ini adalah kesempatan emas melihat payudaranya. maju mundur maju mundur terlihat bukitnya bergoyang dengan indah tapi tetap putingnya tidak kelihatan tapi melihat separuh dadanya sudah cukup bagiku. kemudian setelah itu dia kembali meramu jamunya “sebetulnya begini mas, kisahnya memalukan mas… saya pacaran di desa terus main gituan sama dia, tapi dia melarikan diri” “waduh maaf mirah kalau begitu” “udah mas nggak papa, semuanya sudah terjadi nggak bisa kembali, lagipula ini juga salah saya, ini mas jamunya” “ya makasih” kemudian saya mengambil gelas penuh jamu itu dari tanganya “saya jadi kepikiran mas” “udah mas, itu kan masa lalu” kemudian saya meneguk jamunya kembali “mas emang udah pernah main gituan ya?” “ya, emang kenapa?” “nggak mas emang nggak takut hamil”, rupanya gadis ini gapsek gagap seksual “mas kan punya ilmu biar nggak hamil” “ah mas bisa aja deh…” “betulan, mas nggak bohong” “trus kesakitan nggak mas?” “enggak, malah mau lagi” “ah mas bohong ah” “iya betulan” “mas keliatan bohongnya, buktinya dulu saya begituan sakit” “emang sama mantan pacar kamu diapain?” “dulu pacarku pernah remas-remas itu saya, sakit mas, terus dia nunjukin itunya, saya ngeri mas ada bulunya kriwil-kriwil hiii” saya tertawa mendengar ini “terus gimana mbak?” “dia masukin itunya ke ini saya mas, perih banget mas trus pas dikeluarin ada darahnya mas, trus saya juga pernah ngeliat orang begituan mas di mobil, pas dicium dileher, perempuanya mangap-mangap mas, trus lehernya merah jadi takut padahal ibu-ibu yang beli jamu suka ngobrol katanya sama suaminya begituan senang banget” “itu tandanya perempuanya keenakan rah , terus yang dikatain ibu-ibu itu bener rah” “tapi kok saya sakit, apa saya kelainan mas?” “nggak, kamu nggak kelainan, pacar kamu yang kelainan, mas bisa buktiin kalo begituan itu enak” “nggak ah mas, nanti anak saya jadi dua deh, susah mas” “lho… kan tadi mas sudah bilang, mas kan punya ilmu biar nggak hamil” “bukan ilmu hitam kan mas?” “iya dong, gimana, mau nggak?” “nggak mas, trima kasih nawarin” “eh mirah, mas nggak nawarin dua kali lho, mas janji kamu nggak hamil dan nggak sakit seperti yang kamu lakuin sama pacar kamu” “gimana ya mas” “udah bilang ya aja susah banget, mas bikin kamu keenakan bahkan mau lagi” “tapi mas janji ya, kalo nggak mas saya laporin ke polisi lo mas” “iya” kemudian dia mengangguk-angguk kecil. berarti sudah ada lampu hijau buat saya. kemudian saya mendekatinya dengan duduk di sampingnya. saya berusaha mendekatinya. tapi iya bergeser menjauhiku terus-menerus, tapi akhirnya dia dipojok juga. “rah, kalo kamu minggir terus, kamu nggak dapat enaknya nanti” “saya ndredeg deg-degan mas” “kalo gitu kamu merem ya” kemudian dia merem. saya mendekatakan bibir saya ke mulutnya. kemudian saya mencium bibit merekahnya itu kemudian setelah itu saya melepaskan bibir saya “gimana rah?” “enak mas” “ini ada yang lebih enak, caranya nanti mulut kamu kebuka terus lidah kita ketemu” “ih mas jijik” “kamu kan belum rasain, kamu coba dulu, pas ti ketagihan” kemudian dia membuka mulutnya. kemudian saya memiringkan kepala saya dan mendekatakan kepala saya dan kami melakukan french kiss. “hmpphh…hmpph…” katanya yang membuatku bergelora. rupanya tanganya mendorong keras punggungku seakan-akan tidak ingin melepaskanku. kemudian terasa juga payudaranya dan putingnya di dadaku. konstan penisku naik dan sudah menempel di pinggangnya di balik bajuku. tanganku juga dipunggungnya juga merayap-rayap dan tangan saya surun ke bokongya yang bulat itu. tak puas dengan bibir sensualnya itu, saya naik ke kupingnya. kupingnya saya gigit-gigit kecil dan lidah saya dengan nakalnya saya masukan kelubang telinganya. tercium aroma samponya. “mas, geliii mas uhh sshhh ahhh” cukup lama saya bermain dengan kupingnya kemudian saya turun ke lehernya dan menggigit kecil lehernya “hmmpph ahh…uhh…” desahanya berulang kali dan makin lama makin keras. tangan saya yang tadi di pantatnya sekarang sedang membuka kancing bajunya. “sshhh mas apa-apaan nih ahh uhhh jangan mas ochhh” tetapi saya terus melanjutkannya sambil menggigit-gigit kecil lehernya. kemudian setelah membuka kacaningnya. FANTASTIS! tertampanglah sebuah sepasang buah dada sempurna!, tidak menggantung, bulat,besar montok seperti buah semangka yang sudah siap untuk dipanen. lebih besar dari punyanya paini. kemudian saya turun di dadanya dan membenamkan muka saya diantara dua bola basket itu dan kedua tangan saya memegan dua payudara itudan menjepitkan muka saya. ohh enaknya, muka saya seperti dipijit-pijit. kemudian setelah itu saya mulai meremas-remas payudaranya “ochhh… mass geli aduh ahhh…” katanya bertubi-tubi. kemudian saya mulai mengemut payudara kananya dan tangan kiriku melemas gunung satunya. saya mulai menggigit putingnya yang sudah menegeras dan menyedot payudaranya dengan kekuatan vacum cleaner “mas ngilu ahh… enak… terus mas ouch ouch” desahanya sambil menggelinjang tak karuan. setelah cukup lama kemudian saya berpindah kepayudara kirinya dan sekarang tangan kanan saya mulai meremas payudara kanannya yang bahsah terkena air liuruku. bedanya di payudara kiri terasa lebih keras dari pada yang kanan. saya pun bersemangat. kemudian setelah itu kedua tangan saya turun lagi dan menurunkan resletingnya di belakang. kemudian setelah itu saya melepaskan kancingnya dan terlihatlah sebuah pemandangan yang nggak kalah serunya sama bukitnya. Terlihat pahanya mulus tak berbulu dan saya mulai mengelus-elus kedua tangan saya di pahanya. rupanya dia kegelian “mas geli mas uhh” katanya sambil bergoyang. setelah itu saya menurunkan celana dalamnya yang berwarna merah muda dan ada simbol talinya berwarna merah yang terlihat sudah basah di depannya. “mas jangan mas” tapi tidak saya hirau kan perkataanya dan saya turunkan CD-nya dan tertampaklah sebuah vagina yang sudah basah dan menggembung dan pink merekah serta dihiasi asesoris bulunya yang tipis dan haitam itu dan setelah itu hidungku saya benamkan di lubanganya itu “eh mass mau diapain ahhh mas geli mass uhh… ouch… ouch…” dan saya gesekan ke atas dan ke kiri. setelah itu, giliran lidah saya yang beraksi. saya memasukan lidah saya dan menggerayapi vaginanya. dia berdesah lebih keras lagi “mas ach..ach terus mas” katanya sambil menjambakku. kemudian akhirnya saya menemukan klitorisnya. desahan nya lebih keras lagi. “mas terus mas jangan stop mas terus ahhhhh ahhhhh”. kemudian setelah beberapa menit, “mas mau keluar mas” kemudian setelah berselang beberapa detik dia memuncratkan cairanya ke muka saya “mas maaf nggak sengaja” “nggak papa kok” kemudian saya yang saat itu masih berpakaian lengkap saya buka sampai telanjang bulat. rupanya ia ngeri punya saya yang dihiasi bulu bulu hitam “mas saya takut mas…” “udah, nggak papa kok, sekarang kamu emut konthol saya” “di emut mas?” “iya diemut” “enggak mau mas” “lho kan tadi saya emut itu kamu masa kok saya yang diemut kok nggak mau” “jorok mas, kan itu buat pipis” “tenang rah, saya kalo cebok selalu pake sabun, terus jembutnya saya sampoin kok, tenang aja rah” kemudian dia mulai mendekatakan mulutnya dan dia masih taku “ayo rah, pegang punya saya” “iya mas” tetapi tanganya hanya di keatas kan, tapi tidak menyentuhnya, karena tidak sabar, saya menggapai tanganya dan langung mendekatkan tanganya ke penisku dan saya tuntun tanganya untuk mengocok penis saya. kemudian kepalanya saya pegang dan saya dekatkan ke penis saya. enak sekali rasanya, meskipun awalnya rada sakit kena giginya tapi kemudian teratur, begini rasanya dikocokin sama orang yang biasa megang botol jamu jadi kocokanya lebih enak dan nyaman seperti pengocok profesional, maju mundur maju mundur gerakanya sangat sempurna. “ahh mairah terus, kamu pintar ahh terus mirah uhhhh” saking enaknya. dan beberapa menit kemudian “mairah saya ingin keluar dan akhirnya “crruuut” saya mengeluarkan mani saya dimulutnya kerena lupa memberitahukannya. “mas kok di mulut saya sih mas?, kan jijik tauk…” katahnya sambil membuang mani di mulutnya “udah di telen aja” “mas jangan sembarangan dong, masa ditelen?” “kamu tau nggak, itu isinya protein semua, bahkan khasiatnya bisa ngalahin jamu kamu” “ah mas kerjaanya bohong” “mas nggak bohong, betulan kok” “kalo tau gitukan nggak saya buang mas, kalo gitu sekali-sekali dimasukin botol aja mas biar buat campuran jamu saya” aneh-aneh saja mirah ini “mirah tolong bikinin jamu penambah tenaga biar mas kuat” “iya mas”, kemudian dia mulai mengeluaran gelas dan mulai meramu lagi. saya pun tidak tinggal diam. saya duduk dibelakangnya dan kedua tangan saya memilin-milin putingnya “mas, nanti tumpah loo” tapi tidak saya hiraukan malah saya sambil cium tengkuknya “mas geli mas mau tumpah lo mas” kemudian setelah itu jamunya jadi saya suruh mirah memasukannya ke mulutnya tapi tidak ditelan kemudian setelah itu saya suruh berbalik badan dan kemudian kami french kiss lagi dan mentransfer airjamunya ke mulut saya. setelah jamunya habis saya telan, saya meremas payudaranya. efeknya jamunya dahsyat, setelah beberapa detik meminumnya, badan saya terasa panas dan penis saya berdiri lagi, urat-uratnya terlihat lebih menonjol dibanding sebelumnya kemudian setelah itu saya suruh mirah untuk tiduran “mirah, kamu siap ya” “iya mas. tapi janji beri saya kenikmatan tapi jangan beri saya anak ya mas” “iya” kemudian pertama kali saya menggesek-gesekan terlebih dahulu penis saya ke sekitar lubangnya “mas enak mas udah mass masukin saja mass ahhhhh” kemudian saya mulai memasukin liang surgawinya yang sangat kecil itu, bayangkan, saya meniduri seorang wanita yang meminum jamu rapet selama bertahun-tahun padahal tidak pernah behubungan. pasti sangat kecil sekali dan mengalahkan lubang orang perawan. tadi saja hampir tidak terlihat dibalik jembutnya. sehinggga saya juga sedikit kesusahan karena terlau sempit tapi perlahan lahan saya akhirnya berhasil memasukan seperempat dan perlahan-lan akhirnya penuh juga. setelah ful baru saya oper ke gigi 6. dengan gaya konvensional, saya mulai menjalankan kontak sexual. “ah ah ah uh mas och ouc yess ochhhh ahhhh terus mas ahhh” desahanya yang mengundang birahi siapapun yang mendengarkanya. enak sekali dijepit dengan vagina super sempit ini. enak sekali rasanya ahhh. melihat payudaranya yang juga bergerak. menambah semangatku untuk memuaskanya, setelah sepuluh menit, saya minta kepada mirah untuk berposisi doggy style. enak sekali, ini adalah posisi paling enak dengan bakul jamu ini, tak lupa saya meremas pantatnya yang semok itu dan sesekali memukulnya, dan tak lupa juga saya memegang rambutnya dan menariknya seperti naik kuda “yes yess ah ah ah enak terus mirah” genjotanya RUARR BIASA pijatanya yang memijat penisku enak sekali dan beberapa menit kemudian si mirah akhirnya orgasme juga. setelah itu saya capek menggoyangkan pingang saya saya suruh mirah sekarang untuk posisi woman on top. sambil tiduran yang mirah diatas saya sambil bergerak keatas-kebawah tangan saya meremas payudaranya yang extra besar dan extra empuk. beberapa menit kemudian saya ingat janji saya pada mirah, saya yang juga ingin keluar langsung melepaskan penis saya dan melepaskan mani saya di lantai. kami berdua mengehentikan permainan ini karena permainan kami cukup lama 40 menit gara-gara pengaruh jamu kuatnya mirah bahkan mirah orgasme 3kali. “gimana mirah, enak kan?” “iya mas, betul kata mas” “lain kali kalo kamu mau kamu tinggal ke rumah saya kalo sedang liburan kesini” “iya mas, terima makasih ya mas” “iya” Kemudian kami saling bericiuman. “mas, saya hampir lupa, jamu sehat sama jamu kuat jadinya 7000 mas” masih aja ingat jamunya “ini mirah kamu saya kasih bonus jadi 50 ribu” disini uang dua puluh ribu saja sudah dibilang banyak Setelah ini kami sering kontak fisik dengan mirah baik dirumahnya apabila anaknya kesekolah maupun dirumah saya dan tidak lupa saya kasih uang kadang-kadang buat bayar sekolahan anaknya. CERITA DEWASA TUKANG JAMU Ceritaku ini berawal dari ketika pertama kali aq membeli rumah di kawasan elit di daerah perbukitan. CERITA DEWASA Tetangaku tak begitu banyak dan rata adalah seorang pengusaha yg meninggalkan rumah di pagi hari hingga menjelang malam. Hari itu tak seperti biasanya, setelah semalaman aq karaoke dengan client-client perusahaan, dengan agak sedikit sakit kepala, aq mulai bangun dan menatap jam yg berada di dinding kamarku. Astaga sudah jam 10, ya sudah kepalang tanggung aq memutuskan untuk berangkat agak siangan saja. Sambil melangkah ke depan rumah dari depan pagar hidup tiba-tiba melintas didepanku dengan segarnya seorang wanita yg cantik dengan menggendong jamu sambil berteriak “Jamu, jamu… jamunya mas, jamu awet muda..” dia menjajakan jualannya. Aq sungguh terpana dengan tukang jamu itu, berwajah cantik dan umurnya sekitar 17 tahunan, bodinya sangat menggairahkan dengan pakaian khas jawa, tapi dadanya menonjol dengan ukuran sekitar 37an lah. Spontan aq memanggil tukang jamu itu “Mau mbak jamunya” si mbak tukang jamu dengan senyum manisnya memasuki pagar halamanku dan duduk mendekatiku. “Mau jamui apa mas? ada temu lawak, kunir asam, beras kencur” “Apa aja mbak yg penting manis nggak pahit” Tiba-tiba si mbak tukang jamu menyeletuk “Kalau pait lihat aq aja mas, nanti jadi manis” wah berani juga si mbak tukang jamu menggoda pikirku, aq mulai mengamati si mbak tukang jamu ini dengan lincahnya memindah botol jamunya, tiba-tiba ketika membusungkan tubuh, jantung berdesir kencang, kemben yg agak kedodoran sehingga aq bisa melihat bentuk toketnya yg montok dan ranum itu. Mmemang perumahan kami agak jauh dari kota sehingga kadangkala kami berinteraksi dengan orang-orang yg masih tertinggal taraf hidupnya. Pemandangan indah aq nikmati dengan leluasa, seirama dengan gerakan tubuh si mbak tukang jamu, toketnya bergoyang-goyang, apalagi ditambah ukuran yg kalau aq perkirakan 37B membuatku memutar otak untuk lebih dalam mengenalnya. Singkat cerita, pagi itu aq mulamengenal gadis jamu tersebut bernama Fitri, gadis dari desa dibawah bukit, umur ternyata baru 16 thn. Karena kondisi eknomi yg kurang, dia tak dapat melanjukan sekolah dari SMP kelas 1 dan kemudian mulai bekerja membantu keluarganya. “Sayang sekali cantik-cantik gini mesti kerja keras, kok nggak cari suami yg kaya saja mbak Fitri?” tanyaku mulai menggodanya. Dengan tersipu malu dia menjawab “Apa ada yg mau sama aq to Mas, pacarku aja kadangkala tdk setia” “Gila pacarmu, ora waras” jawabku agak ketus. Dalam hati aq agak kecewa, ternyata udah ada yg punya, tapi justru aq menyukai tantangan seperti ini, merebut gadis-gadis yg sudah memiliki pacar. Akhirnya aq mula menyiapkan jurus meluluhkan hati seorang wanita, aq mengeluarkan uang 100 ribuan untuk membayar jamu yg cuma segelas itu. “Aduhh nggak ada kembalianya mas” jawabnya. “Lha wong aq nggak minta kembalian kok jawabku. Dengan gembira mbak Fitri menjawab “Makasih ya mas” CERITA DEWASA Hari itu karena kesiangan aq baru tahu ada gadis cantik penjual jamu yg setiap pagi masuk ke perumahan kami. Hari-hari berikutnya aq sengaja menunggu Mbak Fitri ini yg kadang sekedar supaya lebih akrab bahkan seringkali Mbak Fitri mulai betah agak lama di rumahku, karena aq tinggal seorang diri tapi cakap dalam menjaga kebersihan ruangan. Kadangkala aq mulai bercanda dan kalau Mbak Fitri sudah agak cemberut dia kadangkala berusaha mencubit aku. Yah pastinya aq tdk lupa untuk tetap membayar LEBIH buat jamunya. Setelah sebulan lebih berkenalan, tiba-tiba pada suatu hari, seperti biasanya, aq memesan jamunya. Tapi hari ini wajah Mbak Fitri agak cemberut dan tertekan sekali. Dia saat itu agak masuk ke ruang tamuku dan kelihatannya mau curhat denganku. Setelah duduk dibawah , Fitri mulai agak memerah matanya, aq langsung memulai memberikan perhatian “ Ada apa sih Mbak, kok kelihatannya ada maslah berat?” Tiba-tiba dengan sesenggukan dia bercerita bahwa cowoknya meninggalkan dia dan mengatakan kalau telah menemukan gadis yg lebih cantik dari dia. Tak tahan dengan perasaannya, aq mulai mendekat dan merangkul pundaknya untuk menenangkannya. Posisi tersebut justru membuatku leluasa dapat melihat dadanya dari jarak yg lebih dekat. Ternyata tanpa aq duga, Mbak Fitri justru membenamkan kepalanya ke dadaku, secara refleks aq menyambutnya dengan memeluknya dengan hangat sekali. Ini membuat gairah aq menjadi naik, tapi karena sudah berpengalaman aq memilih untuk tdk terburu-buru . Setelah agak tenang Mbak Fitri, dengan agak lirih berkata “ Maaf ya Mas Boby bajunya basah kena ingus sama air mata Fitri”. “ Nda papa Mbak, aq sedih melihat Mbak sedih, buat aq Mbak Fitri adalah gadis jamu tercantik dan termanis disini”, jawabku. Mbak Fitri sedikit tersenyum dan menengadahkan kepalanya persis didepan mata aq, tangan aq mulai membelai wajahnya , nafasnya dapat aq rasakan. Tak terasa aq mulai mendekatkan wajah aq dan mencari mulutnya. Ketika mulut kami mulai beradu, Fitri mulai memejamkan matanya. Dengan penuh perasaan aq mulai mencium bibirnya yg mungil , sambil menunggu reaksinya, kuatir kalo si Mbaknya marah. Ternyata Mbak Fitri tdk memberontak sama sekali, sehingga aq mulai memberanikan menciumnya lebih dalam lagi serta mencari lidahnya. Kami mulai berpelukan lebih erat lagi dan reaksi Mbak Fitri ternyata juga membalas ciumanku dengan ganas. Tak disangka ternyata Mbak Fitri juga sudah memiliki pengalaman pikirku, maka kucoba untuk bereksperimen lebih jauh lagi. Ciumanku mulai berjalan menuju ke leher Mbak Fitri yg halus dan mendekati kupingnya serta berputar-putar mencoba mengelitik dan menjilat dengan lidahku. “ Ehm eh ah ah” , Mbak Fitri menahan kenikmatan ciumanku. Secara naluri laki-laki aq mulai merasakan gairah seorang wanita yg sudah aq impikan sebelumnya, tapi aq pantang untuk bermain cepat, aq cenderung membiarkan seorang wanita merasakan gairah yg meledak-ledak sebelum bersetubuh. Lidah aq mulai menjalar menciumi toket Mbak Fitri dari atas dengan meremas –remasnya dari luar kembennya. Tubuh bagian bawah Mbak Fitri dibalik kebayaknya sudah agak kedodoran dan dia juga menikmati gesekan-gesekan dari k0ntolku yg mengenai memeknya. Frekuensi ciumanku mulai ditingkatkan, ciumanku mulai bermain dengan bibirnya dan tanganku mulai merambat ke toketn Mbak Fitri yg sintal itu. Mbak Fitri muali merintih dan nafasnya muali tdk teratur. Tiba-tiba saat itu aq mulai menggendong tubuh Mbak Fitri serta menciuminya menuju ke kamar aq. Tubuh cantiknya aq berdirikan disamping tempat tidurku, dan kami mulai berciuman lagi. Secara pelan-pelan aq mulai membuka baju yg dikenakan Mbak Fitri, dengan melepas baju atasnya dan yg paling unik adalah melepas kain kebayanya . memang terdiri dari lilitan kain sehingga, ketika terlepas, aq menyaksikan pemandangan yg menakjubkan dari seorang gadis jamu, kuning kecoklataan tubuhnya, padat berisi dan baunya harum, mungkin karena Mbak Fitri rajin minum jamu setiap hari. Setelah itu tubuh Mbak Fitri masih tertutup dengan penutup dada dan CD. Sampai pada titik itu, aq dengan lembut membaringkan tubuhnya ke kasurku. Setelah membuka pakaianku sendiri, aq mulai naik keatas tubuh Mbak Fitri dan terara hangatnya tubuh kami ketika berpadu. Kami bercium lagi dan aq mulai meraba-raba toket Fitri dari balik penutup toket tradisional yg kedodoran itu. Setelah menyentuhnya, aq merasakan kekenyalan dari bukit idaman lelaki itu, sedangkan Mbak Fitri merintih sambil tangannya mendekati selangkangan dan mencoba untuk memegang k0ntolku. Tanganku muali menggapai pengait dibelakang penutup dadanya dan menariknya sehingga dua gundukan toketnya benar-benar terpampang dihadapanku. Takjub aq dibuatnya, besar dan ranum, kuning kecoklatan dengan lingkar puting yg agak besar dan putingnya agak tinggi menantang untuk dicicipi. Aq mulai menjilat dan mencium dengan penuh perasaan, sedangkan Mbak Fitri mulai mendesah-desah dan menahan kepalaku didadanya. Tanganku mulai meraba-raba bagian perutnya dan mulai turun ke arah bukit kecil kenikmatan memeknya yg masih tertutup CD nya yg sudah basah oleh lendir. Lidahku mulai menjalar kearah perutnya dan menuruni lingkar pinggangnya sembari tangan aq meraba-raba bagian pribadi Mbak Fitri. Aq mengerti bahwa Mbak Fitri sudah sangat terangsang, maka dengan satu sentuhan aq perlahan-lahan mulai menurunkan CD Mbak Fitri. Maka terpampanglah dihadapan aq pemandangan memek Mbak Fitri yg indah, agak sedikit basah, bulu-bulunya masih jarang, dan aq jadi tergoda untuk mencicipi keindahan barang pribadinya. Dengan berlahan, aq mulai menjilati selangkangan Mbak Fitri sambil membelai-belai memeknya. Mbak Fitri, ternyata mulai memegang kepalaku dan meregangkan kakinya. Ketika aq makin mendekati bibir memeknya, secara spontan aq menjulurkan lidahku, membelah dinding memek Mbak Fitri dan mulai menjelajahi area lubang memeknya, bibir atasnya dan semakin keatas merambat ke karah klistorisnya. Cairan lendir berbau khas kewanitaan mulai membasahi dan terasa dilidahku, disamping itu Mbak Fitri merespon dengan menjepit kepalaku dan merintih “ Ahh, Mas Boby, oooh nikmat Mas”. Lidahku semakin aaqik menjilati klitoris Mbak Fitri, mula-mula dengan bergerak naik dan turun, kemudian dengan berputar-putar di klitorisnya. Mbak Fitri juga kadang-kadang menaikkan pantatnya dan menekan kepalaku dengan tangannya, seperti memohon untuk menciumi memeknya lebih dalam lagi. Setelah semakin cepat jilatanku tiba-tiba Mbak Fitri mendesah dengan agak keras “ Mas Boby, aq nda kuat lagi.” Dan dia berorgasme untuk awalnya dengan disertai cairan yg membanjiri ranjang aq. Aq memahami dan berusaha untuk membangkitkan gairahnya lagi dengan melakukan ciuman-ciuman lagi. Sesaat aq mulai menciumi toketnya lagi dan menggulumnya dengan lebih dahaqat lagi. Kemudian aq membalikan tubuhnya dan mulai menjilati daerah bibir pantatnya. Mbak Fitri kembali terangsang rupa-rupanya. Ketika lidahku mulai menjelajahi bibir anusnya , tangan Mbak Fitri mulai meremas-remas sprei kami dan tdk henti-hentinya merintih-rintih. Aq sudah mulai ingin merasakan kenikmatan dari memek Mbak Fitri, dengan lembut aq membalikkan tubuhnya, dan dengan berlahan aq membimbing k0ntol aq kearah lubang memek yg sudah basah itu. Ternyata memang lubangnya agak seret dan masih agak susah ditembus. Tanpa habis akal aq mulai mengesekkan dengan memaju mundurkan k0ntol aq di lubang memeknya secara berlahan-lahan. Mbak Fitripun mulai mendesah keenakan, hingga tiba-tiba memeknya terasa melebar dan k0ntol aq amblas masuk ke dalam rongga memeknya. CERITA DEWASA kaget, karena rasanya seperti di cengkram dan masih kencang memek Mbak Fitri. Aq mulai memompa memek Mbak Fitri, dan makin lama dia juga mengikuti gerakan naik turun aq. Mulut kami kembali berpautan dan lidah kami kembali menjelajah di sela-sela mulut dengan ganasnya. Setelah kurang lebih 20 menit memompa, tiba-tiba Mbak Fitri kembali menjerit dan sejenak menjadi lemas, tanda dia telah mencapai orgasme yg kedua. Aqpun juga karena sudah berdenyut-denyut dalam liang kenikmatan, aq akhirnya cepat-cepat mencabut k0ntolku dan memuntahkan di luar memek Mbak Fitri. Hal ini kulakukan karena tdk mau menghamili cewek dulu. Semenjak itu aq sering melakukan hubungan seks dengan Mbak Fitri. Hingga tiba-tiba karena ada penggusuran lahan Fitri harus pindah ke desa lain yg jauh dari rumahku TUKANG JAMU SEGAR YANG MENGGODA BIRAHI CERITA DEWASA TUKANG JAMU Ceritaku ini berawal dari ketika pertama kali aq membeli rumah di kawasan elit di daerah perbukitan. CERITA DEWASA Tetangaku tak begitu banyak dan rata adalah seorang pengusaha yg meninggalkan rumah di pagi hari hingga menjelang malam. Hari itu tak seperti biasanya, setelah semalaman aq karaoke dengan client-client perusahaan, dengan agak sedikit sakit kepala, aq mulai bangun dan menatap jam yg berada di dinding kamarku. Astaga sudah jam 10, ya sudah kepalang tanggung aq memutuskan untuk berangkat agak siangan saja. Sambil melangkah ke depan rumah dari depan pagar hidup tiba-tiba melintas didepanku dengan segarnya seorang wanita yg cantik dengan menggendong jamu sambil berteriak “Jamu, jamu… jamunya mas, jamu awet muda..” dia menjajakan jualannya. Aq sungguh terpana dengan tukang jamu itu, berwajah cantik dan umurnya sekitar 17 tahunan, bodinya sangat menggairahkan dengan pakaian khas jawa, tapi dadanya menonjol dengan ukuran sekitar 37an lah. Spontan aq memanggil tukang jamu itu “Mau mbak jamunya” si mbak tukang jamu dengan senyum manisnya memasuki pagar halamanku dan duduk mendekatiku. “Mau jamui apa mas? ada temu lawak, kunir asam, beras kencur” “Apa aja mbak yg penting manis nggak pahit” Tiba-tiba si mbak tukang jamu menyeletuk “Kalau pait lihat aq aja mas, nanti jadi manis” wah berani juga si mbak tukang jamu menggoda pikirku, aq mulai mengamati si mbak tukang jamu ini dengan lincahnya memindah botol jamunya, tiba-tiba ketika membusungkan tubuh, jantung berdesir kencang, kemben yg agak kedodoran sehingga aq bisa melihat bentuk toketnya yg montok dan ranum itu. Mmemang perumahan kami agak jauh dari kota sehingga kadangkala kami berinteraksi dengan orang-orang yg masih tertinggal taraf hidupnya. Pemandangan indah aq nikmati dengan leluasa, seirama dengan gerakan tubuh si mbak tukang jamu, toketnya bergoyang-goyang, apalagi ditambah ukuran yg kalau aq perkirakan 37B membuatku memutar otak untuk lebih dalam mengenalnya. Singkat cerita, pagi itu aq mulamengenal gadis jamu tersebut bernama Fitri, gadis dari desa dibawah bukit, umur ternyata baru 16 thn. Karena kondisi eknomi yg kurang, dia tak dapat melanjukan sekolah dari SMP kelas 1 dan kemudian mulai bekerja membantu keluarganya. “Sayang sekali cantik-cantik gini mesti kerja keras, kok nggak cari suami yg kaya saja mbak Fitri?” tanyaku mulai menggodanya. Dengan tersipu malu dia menjawab “Apa ada yg mau sama aq to Mas, pacarku aja kadangkala tdk setia” “Gila pacarmu, ora waras” jawabku agak ketus. Dalam hati aq agak kecewa, ternyata udah ada yg punya, tapi justru aq menyukai tantangan seperti ini, merebut gadis-gadis yg sudah memiliki pacar. Akhirnya aq mula menyiapkan jurus meluluhkan hati seorang wanita, aq mengeluarkan uang 100 ribuan untuk membayar jamu yg cuma segelas itu. “Aduhh nggak ada kembalianya mas” jawabnya. “Lha wong aq nggak minta kembalian kok jawabku. Dengan gembira mbak Fitri menjawab “Makasih ya mas” CERITA DEWASA Hari itu karena kesiangan aq baru tahu ada gadis cantik penjual jamu yg setiap pagi masuk ke perumahan kami. Hari-hari berikutnya aq sengaja menunggu Mbak Fitri ini yg kadang sekedar supaya lebih akrab bahkan seringkali Mbak Fitri mulai betah agak lama di rumahku, karena aq tinggal seorang diri tapi cakap dalam menjaga kebersihan ruangan. Kadangkala aq mulai bercanda dan kalau Mbak Fitri sudah agak cemberut dia kadangkala berusaha mencubit aku. Yah pastinya aq tdk lupa untuk tetap membayar LEBIH buat jamunya. Setelah sebulan lebih berkenalan, tiba-tiba pada suatu hari, seperti biasanya, aq memesan jamunya. Tapi hari ini wajah Mbak Fitri agak cemberut dan tertekan sekali. Dia saat itu agak masuk ke ruang tamuku dan kelihatannya mau curhat denganku. Setelah duduk dibawah , Fitri mulai agak memerah matanya, aq langsung memulai memberikan perhatian “ Ada apa sih Mbak, kok kelihatannya ada maslah berat?” Tiba-tiba dengan sesenggukan dia bercerita bahwa cowoknya meninggalkan dia dan mengatakan kalau telah menemukan gadis yg lebih cantik dari dia. Tak tahan dengan perasaannya, aq mulai mendekat dan merangkul pundaknya untuk menenangkannya. Posisi tersebut justru membuatku leluasa dapat melihat dadanya dari jarak yg lebih dekat. Ternyata tanpa aq duga, Mbak Fitri justru membenamkan kepalanya ke dadaku, secara refleks aq menyambutnya dengan memeluknya dengan hangat sekali. Ini membuat gairah aq menjadi naik, tapi karena sudah berpengalaman aq memilih untuk tdk terburu-buru . Setelah agak tenang Mbak Fitri, dengan agak lirih berkata “ Maaf ya Mas Boby bajunya basah kena ingus sama air mata Fitri”. “ Nda papa Mbak, aq sedih melihat Mbak sedih, buat aq Mbak Fitri adalah gadis jamu tercantik dan termanis disini”, jawabku. Mbak Fitri sedikit tersenyum dan menengadahkan kepalanya persis didepan mata aq, tangan aq mulai membelai wajahnya , nafasnya dapat aq rasakan. Tak terasa aq mulai mendekatkan wajah aq dan mencari mulutnya. Ketika mulut kami mulai beradu, Fitri mulai memejamkan matanya. Dengan penuh perasaan aq mulai mencium bibirnya yg mungil , sambil menunggu reaksinya, kuatir kalo si Mbaknya marah. Ternyata Mbak Fitri tdk memberontak sama sekali, sehingga aq mulai memberanikan menciumnya lebih dalam lagi serta mencari lidahnya. Kami mulai berpelukan lebih erat lagi dan reaksi Mbak Fitri ternyata juga membalas ciumanku dengan ganas. Tak disangka ternyata Mbak Fitri juga sudah memiliki pengalaman pikirku, maka kucoba untuk bereksperimen lebih jauh lagi. Ciumanku mulai berjalan menuju ke leher Mbak Fitri yg halus dan mendekati kupingnya serta berputar-putar mencoba mengelitik dan menjilat dengan lidahku. “ Ehm eh ah ah” , Mbak Fitri menahan kenikmatan ciumanku. Secara naluri laki-laki aq mulai merasakan gairah seorang wanita yg sudah aq impikan sebelumnya, tapi aq pantang untuk bermain cepat, aq cenderung membiarkan seorang wanita merasakan gairah yg meledak-ledak sebelum bersetubuh. Lidah aq mulai menjalar menciumi toket Mbak Fitri dari atas dengan meremas –remasnya dari luar kembennya. Tubuh bagian bawah Mbak Fitri dibalik kebayaknya sudah agak kedodoran dan dia juga menikmati gesekan-gesekan dari k0ntolku yg mengenai memeknya. Frekuensi ciumanku mulai ditingkatkan, ciumanku mulai bermain dengan bibirnya dan tanganku mulai merambat ke toketn Mbak Fitri yg sintal itu. Mbak Fitri muali merintih dan nafasnya muali tdk teratur. Tiba-tiba saat itu aq mulai menggendong tubuh Mbak Fitri serta menciuminya menuju ke kamar aq. Tubuh cantiknya aq berdirikan disamping tempat tidurku, dan kami mulai berciuman lagi. Secara pelan-pelan aq mulai membuka baju yg dikenakan Mbak Fitri, dengan melepas baju atasnya dan yg paling unik adalah melepas kain kebayanya . memang terdiri dari lilitan kain sehingga, ketika terlepas, aq menyaksikan pemandangan yg menakjubkan dari seorang gadis jamu, kuning kecoklataan tubuhnya, padat berisi dan baunya harum, mungkin karena Mbak Fitri rajin minum jamu setiap hari. Setelah itu tubuh Mbak Fitri masih tertutup dengan penutup dada dan CD. Sampai pada titik itu, aq dengan lembut membaringkan tubuhnya ke kasurku. Setelah membuka pakaianku sendiri, aq mulai naik keatas tubuh Mbak Fitri dan terara hangatnya tubuh kami ketika berpadu. Kami bercium lagi dan aq mulai meraba-raba toket Fitri dari balik penutup toket tradisional yg kedodoran itu. Setelah menyentuhnya, aq merasakan kekenyalan dari bukit idaman lelaki itu, sedangkan Mbak Fitri merintih sambil tangannya mendekati selangkangan dan mencoba untuk memegang k0ntolku. Tanganku muali menggapai pengait dibelakang penutup dadanya dan menariknya sehingga dua gundukan toketnya benar-benar terpampang dihadapanku. Takjub aq dibuatnya, besar dan ranum, kuning kecoklatan dengan lingkar puting yg agak besar dan putingnya agak tinggi menantang untuk dicicipi. Aq mulai menjilat dan mencium dengan penuh perasaan, sedangkan Mbak Fitri mulai mendesah-desah dan menahan kepalaku didadanya. Tanganku mulai meraba-raba bagian perutnya dan mulai turun ke arah bukit kecil kenikmatan memeknya yg masih tertutup CD nya yg sudah basah oleh lendir. Lidahku mulai menjalar kearah perutnya dan menuruni lingkar pinggangnya sembari tangan aq meraba-raba bagian pribadi Mbak Fitri. Aq mengerti bahwa Mbak Fitri sudah sangat terangsang, maka dengan satu sentuhan aq perlahan-lahan mulai menurunkan CD Mbak Fitri. Maka terpampanglah dihadapan aq pemandangan memek Mbak Fitri yg indah, agak sedikit basah, bulu-bulunya masih jarang, dan aq jadi tergoda untuk mencicipi keindahan barang pribadinya. Dengan berlahan, aq mulai menjilati selangkangan Mbak Fitri sambil membelai-belai memeknya. Mbak Fitri, ternyata mulai memegang kepalaku dan meregangkan kakinya. Ketika aq makin mendekati bibir memeknya, secara spontan aq menjulurkan lidahku, membelah dinding memek Mbak Fitri dan mulai menjelajahi area lubang memeknya, bibir atasnya dan semakin keatas merambat ke karah klistorisnya. Cairan lendir berbau khas kewanitaan mulai membasahi dan terasa dilidahku, disamping itu Mbak Fitri merespon dengan menjepit kepalaku dan merintih “ Ahh, Mas Boby, oooh nikmat Mas”. Lidahku semakin aaqik menjilati klitoris Mbak Fitri, mula-mula dengan bergerak naik dan turun, kemudian dengan berputar-putar di klitorisnya. Mbak Fitri juga kadang-kadang menaikkan pantatnya dan menekan kepalaku dengan tangannya, seperti memohon untuk menciumi memeknya lebih dalam lagi. Setelah semakin cepat jilatanku tiba-tiba Mbak Fitri mendesah dengan agak keras “ Mas Boby, aq nda kuat lagi.” Dan dia berorgasme untuk awalnya dengan disertai cairan yg membanjiri ranjang aq. Aq memahami dan berusaha untuk membangkitkan gairahnya lagi dengan melakukan ciuman-ciuman lagi. Sesaat aq mulai menciumi toketnya lagi dan menggulumnya dengan lebih dahaqat lagi. Kemudian aq membalikan tubuhnya dan mulai menjilati daerah bibir pantatnya. Mbak Fitri kembali terangsang rupa-rupanya. Ketika lidahku mulai menjelajahi bibir anusnya , tangan Mbak Fitri mulai meremas-remas sprei kami dan tdk henti-hentinya merintih-rintih. Aq sudah mulai ingin merasakan kenikmatan dari memek Mbak Fitri, dengan lembut aq membalikkan tubuhnya, dan dengan berlahan aq membimbing k0ntol aq kearah lubang memek yg sudah basah itu. Ternyata memang lubangnya agak seret dan masih agak susah ditembus. Tanpa habis akal aq mulai mengesekkan dengan memaju mundurkan k0ntol aq di lubang memeknya secara berlahan-lahan. Mbak Fitripun mulai mendesah keenakan, hingga tiba-tiba memeknya terasa melebar dan k0ntol aq amblas masuk ke dalam rongga memeknya. CERITA DEWASA kaget, karena rasanya seperti di cengkram dan masih kencang memek Mbak Fitri. Aq mulai memompa memek Mbak Fitri, dan makin lama dia juga mengikuti gerakan naik turun aq. Mulut kami kembali berpautan dan lidah kami kembali menjelajah di sela-sela mulut dengan ganasnya. Setelah kurang lebih 20 menit memompa, tiba-tiba Mbak Fitri kembali menjerit dan sejenak menjadi lemas, tanda dia telah mencapai orgasme yg kedua. Aqpun juga karena sudah berdenyut-denyut dalam liang kenikmatan, aq akhirnya cepat-cepat mencabut k0ntolku dan memuntahkan di luar memek Mbak Fitri. Hal ini kulakukan karena tdk mau menghamili cewek dulu. Semenjak itu aq sering melakukan hubungan seks dengan Mbak Fitri. Hingga tiba-tiba karena ada penggusuran lahan Fitri harus pindah ke desa lain yg jauh dari rumahku Hiburan Malam - Kali ini saya akan menceritakan pengalaman sex ku bersama dengan seorang cew tukang jamu. Langsung saja kita simak cerita sex di bawah ini yang di persembahkan oleh BeritaKita303 khusus hanya untuk anda. Nama saya Budi, jujur saja saya tergoda dengan cewek penjual jamu itu karena melihat buah dadanya yang mulus tubuh yang bahenol,semok, serta putih mulus. Status diri saya sekarang adalah seorang pengangguran karena baru saja terkena PHK perusahaan karena diakibatkan pengurangan karyawan. Untung saja saya masih single, jadi untuk kebutuhan makan,rokok dan lain-lain masih bisa minta orangtua ,hhe. Saya disini akan menceritakan tentang kisah sex saya dengan seorang mbak jamu super sexy. Cerita seks saya berawal kira-kira 1 bulan yang lalu, tepatnya 2 hari setelah saya terkena PHK. Cerita ini berawal pada pagi hari yang cerah namun suasana hati dan pikiran saya tidak bergairah. Pada pagi itu adikku pergi sekolah sedangkan ayah dan ibuku sedang bekerja. Pagi itu aku sedang berada diteras rumah sambil ngopi dan merokok. Aku nikmati masa-masa penganguranku dengan melakukan hal itu pagi itu. Ketika sedang menikmati rokok dan scangkir kopi terdengarlah suara seorang wanita yang berteriak-teriak menawarkan sebuah jamu gendong. Saat itu kira-kira mbak jamu masih berada 50 meter dari rumahku, suaranya sudah terdengar nyaring sekali, "Jamu-jamu, jamune jamu sehat,jamu kuat lelaki, dan jamu rapet wangi…., ” suara mbak jamu dari kejauhan. Nampaknya pagi itu mbak jamu belum mendapatkan langganan, karena dia masih berteriak menawarkan jamunya. Sampai akhirnya mbak jamu itu sampai didepan rumahku dan dia berhenti karena melihat aku yang berada diteras rumahku, “ Mas Manis, beli jamune Mas, ada jamu sehat bugar dan kuat lelaki loh Mas, sekali minum dijamin jos mas, ” ucapnya sembari menuju teras rumahku. Akhirnya Mbak jamu itupun duduk dilantai teras rumahku dan meletakan jamu gendongnya dilantai, “ Ayo mas dicoba jamu gendong Mbak Susi Mas, Mau jamu kuat lelaki apa jamu sehat bugar Mase, ” ucapnya sembari tersenyum manis. Saat mbak jamu itu tepat diepan mataku ternyata mbak jamu itu masih muda dan hot sekali guest, mantap abis. Lumayan buwat ngerefresh otak akibat PHK. Sejenak aku pandangi wajahnya hingga turun kearah belahan dadanya. Tahu sendirikan guest mbak jamu gendong pasti menggunakan atasan kemben dan kain jarik yang minim dan ngepas sama tubuhnya. Dalam hati saya berkata, “ Buset nih mbak jamu belahan toketnya mulus banget, bikin horny aja deh pagi-pagi gini, ” Beberapa saat aku pandangi belahan payudaranya dengan tatapan mata yang tajam dan fikiran mesum. Mataku saat itu rasanya tak rela untuk berkedip 1 detikpun untuk melewatkan pemandangan indah itu. Bahkan secara tidak sadar aku sampai emnelan ludah karena melihat belahan payudara mbak jamu itu. Sampai pada akhirnya lamunan mesumku-pun terbuyarkan oleh suara mbak jamu gendong sexy itu, “ Mas kog ngelamun sih, jadi mas mau jamu sehat bugar atau jamu kuat lelaki mase??, ” ucapnya. “ Eh maaf maaf mbak, tadi mbak ngomong apa,hhe, ” tanyaku. “ Aduh sih mas masih muda kog suka melamun sih, yaudah mas mending beli jamu kuat lelaki aja deh mas biar mas jadi kuat, hehehe.., ” ucapnya dengan tersenyum manis dan genit. “ Wah Mbak ini ada-ada saja deh, hha… sayakan masih single mbak, masak saya minumjamu kuat lelaki, nanti kalau adekpenis saya bangun gimana setelah minum jamu itu, ” ucapku lantang. “ Adek yang mana sih Mas, kayaknya dari mas ngelamun adek yang didalem celana mas udah bangun deh, ahahaha…, ” ucapnya to the point guest. Wah ni mbak jamu nakal juga yah, ucapku dalam hati. Seketika itu wajahku memerah karena ketahuan kalau penisku sudah ereksi, “ Waduh Mbak, kog mbak tahu sih, jadi malu saya mbak, hihihi…, ” ucapku sembari menutupi kemaluanku dengan kedua tanganku yang masih terbungkus celana. “ Ehmmmm… wajar kog mas kalau laki-laki seumuran mas birahinya tinggi, apalagi pagi-pagi gini,hhe… jadi mau coba jamu kuat lelaki tidak mas ???hhe.., ” ucapnya. “ Hihihi… boleh deh mbak sapa tau aja beli jamu bonus yang jualan sekalian, hhaa…, ” ucapku mengodanya. Yah namanya juga usaha, iseng-iseng berhadiahlah,hha, “ Aduh si Mas nakal yah, yaudah dicoba dulu ajadeh jamunya nih, masalah bonus urussan belakangan, hhe.., ” ucapnya sembari meracik jamu kuat lelaki. “ Iya deh mbak,ditunggu yah bonusnya,hihii.., ” jawabku. Saat itu diraciklah jamu kuat lelaki itu didalam gelas, beberapa racikan jamu dicampur menjadi satu dan diaduklah dengan sendok sembari tubuh mbak jamu meliak liuk menggemaskan. Aku pandangi setiap lekuk tubuhnya yang indah itu. Benar-benar indah sekali tubuhnya. Payudaranya yang terbungkus kemben terlihat bergoyang goyang dan bergetar, Uhhhh.. Hot. Beberapa saat dia membuat jamu akhirnya jadilah jamu kuat lelaki itu, “ Ini mase jamunya sudah jadi, monggo dicoba, ” ucapnya sembari memberikan segelas jamu. “ Oh i.. I.. iya Mbak, saya minum yah jamunya.., ” jawabku sembari menerima jamu itu. Aku minumlah jamu itu dengan penuh semangat. Sebenarnya jamu itu tidak enak sekali, selain pahit rasanya juga aneh,hehh. Tapi nggak masalah, karena aku minumnya sembari melihat belahan payudara mbak jamu akhirnya habis juga jamu itu, hhe, “ Nih Mbak udah, hehh pahit Mbak, ” ucapku sembari memberikan gelas itu. “ Hehe.. nih mas pemanisnya, biar pahitnya ilang, ” ucapnya sembari memberikan pemanis padaku. “ Oh iya Mbak, nggak usah dikasih pemanis lihat mbak aja udah ilang kog pahitnya,hhe, ” ucapku lalu meminum jamu itu. “ Ah si mas dari tadi godain saya saja deh, jadi malu saya,hhiihihi…, ” ucapnya dengan wajah memerah. “ Ah nggak godain kog, tapi emang mbak cantik dan sexy banget, mantep deh pokonya,hhe.. nih mbak gelasnyam, ” ucapku sembari memberikan gelasnya lagi. Saat itu setelah minum jamu kamipun mengobrol dengan asiknya. Mbak jmau itu ternyata janda muda yang belum mempunyai anak dan usianya baru 30 tahun, yah selisih 6 tahunlah dengan usiaku. Obrolan kami semakin lama semakin memanas saja saat itu, aku yang semula duduk agak jauh dari mbak jamu saat itu mulai merapat. Kami duduk bersampingan diteras rumahku sembari becanda dans sesekali kami saling mencubit paha terkadang perut. Mbak jamu itu nampaknya tertarik padaku juga, buktinya pagi itu dia memilih mengobrol denganku daripada menjual jamunya keliling komplek perumahan. Berawal dari cubit-cubitan pada akhirnya mbak jamupun mulai berani memegang kemaluanku, “ Mas Budi anunya lumayan besar juga yah, ” ucapnya sembari meremas penisku. “ Gilaaaaaaaaaaaaaaaa… liar nih mbak jamu gendong, berani banget yah pegang penis gue, jadi seneng deh gue kalau gini,hha…, ” ucapku dalam hati. “ Sssssshhh… Mbak nakal yah, kita masuk aja kerumah aja yuk mbak nggak enak kalau diteras,hhe…, ” ucapku. “ Waduh mau ngapain kita mas, mas mau perkosa saya ya??? Mau dong diperkosa,hhiiiiii…, ” ucapnya semakin menggila saja. Benar-benar liar mbak jamu ini, emang janda sensasinya lebih hot, “ Hha… tau aja deh si Mbak, yuk ah kita masuk, ” ucapku. “ Iya mas, sabar yah anunya ditahan dulu yah, hhe… ayok kita masuk, ” ucapnya. Kemudian kamipun masuk bersamaan, tak lupa jamu gendong dan sandal mbak jamu aku masukan kedalam rumah untuk mengilangkan jejak dari mata para tetangga,hhe. Sesampainya dialam rumah jamu gendong mbak jamu janda hot itu aku letakan diruang tamu begitu pula sendalnya. Tak lupa pintu rumah aku tutup dan aku kunci. Pagi itu suasana dan kondisi aman terkendali untuk melakukan perbuatan mesum dengan mbak jamu janda lucu cantik dan bahenol itu. Kami berdua duduk bersampingan di kursi busa yang ada diruang tamuku. Tanpa ragu dan basa-basi aku dan mbak jamu langsun saja berpangutan. Nampaknya pagi itu kami berdua sudah sama-sama bernafsu. Bibir kami saling melumat dan lidah kami saling berperang didalam mulut kami. Tak hanya itu tanganku mulai bergerilia kearah payudara mbak Jamu yang montok dan kenyal itu. Mbak jamu yang tidak mau kalah dengan perlakuanku, saat itu mbak jamu mulai menyusupkan tanganya kedalam celana boxerku. Disentuhlah penisku dengan tangan lembutnya dengan perlahan namun pasti, “ Sssssshhhh… Mbak… Oughhhhh…, ” desahku. Aku sempat mendesah disela bibir kami yang sedang berpangutan, “ Enak ya mas, remas susu aku yang keras Mas, Ahhhhh…, ” ucapnya. Kamipun kembali berpangutan sembari saling meremas santapan kami tadi. Payudara Mbak Jamu aku remas dari luar kembennya hingg dia mendesah nikmat. Jika aku meremas dengan kuat, sedotan bibirnya pada bibirku semakin kuat saja, tak hanya itu bahkan remasan tanganya pada penisku juga semakin liar saja, “ Ouhhh Mbak, Oughhhh… enak Mbak.. Eughhhh… Sssssshhh… Ahhhhh…, ” desahku nikmat. “ Eughhhhh… aku juga enak mas merasakan remasan mas, Ahhhh, ” ucapnya. Saat itu nafsu seks kami sama-sama sudah memanas, nafas kami mulai berhembus tidak beraturan dan desahan kami saling bersahut-sahutan, “ Eughhhh… Sssssshhh… Oughhhh… Eummmm… Ahhhhh.., ” desah kami bersahut-sahutan. Desahan kami semakin membuat kami horny saja, kocokan mbak jamu dan remasan tanngaku pada payudaranya yang masih terbungkus kemben semakin hot saja. Beberapa menit kami melakukan hal itu sampai pada akhirnya kami sudah tidak tahan untuk menahan birahi sex kami untuk melakukan hubungan sex, “ Mbak, kita ML yuk, aku udah nggak tahan nih, ” ucapku. Saat itu Mbak Jamu hanya mengangguk lalu mengentikan kocokanya pada penisku. Dia berdiri lalu melepas satu persatu pakainya. Dari mulai kemben, kain jarik hingga dia tinggal menggunakan celana dan celana dalam saja, “ Wah tubuh mbak benar-benar indah yah, statusnya janda tapi tubuhnya melebihi gadis belia, ” ucapku kagum. “ Ah Mas bisa saja deh, yaudah buruan mas telanjang, ” pintanya. Akupun segera melucuti celana boxer, baju dan celana dalamku hingga telanjang bulat. Penisku terlihat sudah tegak berdiri dengan gagahnya. Bulu kemaluanku yang kebetulan 1 hari sebelumnya sudah aku pangkas, membuat penisku terlihat muda dan semakin besar dan panjang saja, “ Wah benarkan kataku tadi, anu penis mas benar-benar besar dan panjang, pasti enak deh kalau memek aku disodok pakai penis Mas,hihi.., ” ucapnya. Tanpa diminta Mbak Jamupun mendekat kepadaku lalu meraih penisku, “ Sssssshhhh…. Eughhhh…, ” lenguhku. Aku yang sudah bernafsu mulai aku lucuti Bra Mbak jamu. Nampaknya mbak jamu tanggap dengan perlakuanku, sembari berdiri diapun melepas celana dalamnya dengan gerakan perlahan dan sexy. Uhhhh.. gila makin horny saja aku saat itu. Setelah kami sama-sama telanjang Mbak jamu mendorongku hingga aku terjatuh dikursi busa, “ Liar sekali fantasi sex jamu ini, ” ucapku dalam hati. Setelah aku terjatuh dengan posisi terduduk mbak jamupu kemudian duduk diatas pangkuanku dengan mengangkan kedua pahanya diatas pangkuanku. Mulailah dia menggesek-gesekan penisku pada bibir vaginanya, “ Oughhhh… Mbak…. Geli mbak, Eughhhhh…, ” ucapku kegelian namun nikmat rasanya. Rasa geli itu sampai ke ubun-ubunku rasanya, “ Iya mas, Ssssssshhhh… Eughhhhh…, ” jawabnya sembari melennguh nikmat. Aku yang tidak mau diam saja mulailah aku sambar paudara dengan mulutku. Aku hisap putting kirinya dengan lembut dan aku remas payudara kananya dengan tangan kananku, “ Oughhhhh… Sssssshhhh Ahhhhhh…. Eugghhh, hisap terus Mas, enak Mas, Aghhhh…, ” ucap mbak jamu nampak nikmat sekali. Aku rasakan vagina mbak jamu mulai basah dengan lendir kawinya, kepala penisku terasa geli dan licin selama Mbak jamu menggesekan penisku pada vaginanya. Semakin cepat aku menghisap dan meremas payudaranya semakin cepat juga dia menggesekan penisku pada vaginanya, “ Oughhhh… Ahhhhh… Ahhhhh… Mas… Eughhhh…, ” desahnya semakin liar saja. Tidak lama setelah dia mendesah liar, tiba-tiba saja, “ Blessssssssssssssssssss…. Slupppppppp…. Ahhhhhhhhhhhhh…., ” Ternyata penisku sudah masuk kedalam vagina Mbak Jamu, dengan memeknya yang udah basah dengan lendir kawinya saat itu mudah sekali penisku menyusup pada liang vagina mbak jamu, “ Oughhhhh… memek Mbak benar-benar rapet sekali, Ahhhhhh…, ” ucapku nikmat dan memujinya. Saat itu dia hanya tersenyum saja, mulailah dia beraksi diatas pangkuanku. Janda penjual jamu mulai menunjukan jurus sexnya padaku. Dia bergoyang meliak-liuk seiring penisku yang termanjakan oleh vagina janda penjual jamu itu. Memeknya benar-benar seperti memek perawan, rasanya penisku seperti terhisa oleh lumpur hidup. Dia mengoyangkan pingulnya naik turun, maju mundur bahkan dia juga bergoyang memutar diatas pangkuanku. Agar dia semakin liar, aku kemabli meemas dan mengisap putingnya dengan penuh nafsu, “ Ouhhhh, yeahhh… Sssssshhh… enak mas, Ahhhhh… Ssshhhhhh…., ” desahnya sembari terus memanjakan penisku dengan memeknya. Menit demi menit berlalu dan memek janda penjual jamu itu semakin basah saja. Bunyi khas persenggamaan terus terdengar ditelingaku. Mbak jamu benar-benar haus sex, mungkin dia sudah lama tidak mendapatkan kebutuhan sex dari lelaki. Aku biarkan dia memuaskan birahinya dengan posisi sex women on top. Aku sungguh merasakan kenikmatan sexs yang luar biasa dari Mbak jamu itu. Aku terus mengenyot putingnya secara bergantian secara terus menerus. Mbak jamu mendesah sesekali tubuhnya mengejang dengan diringi lelehan lendir kawin yang semakin membasahi penisku dan liang vaginanya. Kira-kira dia selama 20 menit bergoyang diatasku, nampaknya dia mulai lunglai karena dia sudah beberapa kali orgasme, “ Mas ganteng kamu yang pegang kendali yah sekarang, aku lemas mas, aku udah 3 kali keluar, ” pintanya. “ Iya mbak jamu sayang, kita ngentot pakai gaya doggie style yah, ” pintaku. “ Iya mas, ” jawabnya. Kemudian dia segera menyingkir dari pangkuanku, lalu dia mulai memposisikan tubuhnya dengan posisi menunging diaatas kursi busaku. Tanpa banyak bicara, aku segera naik kekursi busa lalu aku posisikan tubuhku dibelakang mbak jamu. Pantatnya yang besar,kenyal dan putih itu membuat aku semakin bernafsu. Segera raih penisku dan aku tusukan penisku kedalam vagina mbak jamu dari belakang, “ Slebbbbbbbbbbbbbbbbbbbb…. Ahhhhhhhhhhhhhhh…, ” Masuklah penisku kedalam belahan vagina mbak jamu, “ Mbak ini posisisex kesukaanku, tapi jika dengan posisi ini aku pasti cepat keluar mbak, gpp yah Mbak, hhe…, ” tanyaku. “ Iya Mas ganteng, aku juga udah loyo Mas, Ssssshhh… ayo mas mulai sodok aku, Ahhhh, ” jawabnya. Mulailah aku beraksi. Tanpa ragu aku langsung menggenjot memek mbak jamu dengan tempo cepat. Aku kerahkan semua tenagaku dengan penuh nafsu. Aku goyangkan pinggulku maju mundur seiring keluar maasuknya penisku dari liang vagina mbak jamu. Aku menyodok memek nya sembari tubuhku aku tindihkan pada punggung mbak jamu. Aku tunjukan jurus sexs ku yang begitu hebatnya padanya. Aku hentakan dengan kencang ketika penisku menusuk liang senggamanya dan aku tarik kuat-kuat ketika aku memundurkan penisku. Sensasi sex yang aku berikan benar-benar membuat janda muda itu terengah-engah. Nafasnya memburu diiringi desahan mesra dari bibirnya, “ Ughhhhhhhhh…. Aghhhhhhhh…. Enak mas ganteng, terus mas, Oughhh…, ” desahnya. Semakin dia mendesah semakin gila aku dalam bermain sex. Aku semakin menambah kecepatan sodokan penisku pada liang vaginanya. Walaupun vagina sudah basah dengan lendir kawinya, namun tetap saja vaginanya masih mencengkram kuat penisku, “ Mbak aku udah nggak tahan mbak, aku mau keluar mbak, Ahhhh…, ” ucapku. “ keluarin didalem aja mas ganteng, aku nggak bakalan hamil soalnya aku KB, Ahhhh…, ” pintanya. Mendengar penjelasan mbak jamu membuat aku tenang, penisku yang sudah tidak kuat menahan spermaku yang terus mendesak, pada akhirnya aku hentikan sodokanku dan aku tanamkan dalam-dalam penisku didalam liang sengaama mbak jamu. Lalu keluarlah lahar panas menyembur dengan kuatnya, “ Cruttttttttttttt… Cruttttttttt… Cruttttttttt… Cruttttttttt…, ” “ Ahhhhhhhhhhh… aku keluar mbak, Oughhhhhhhhhh…., ” ucapku lega dengan keluarnya spermaku . “ Iya Mas ganteng, keluarkan dan habiskan spermaku didalam memekku mas, Ahhhhhh…, ” pintanya dengan nada bicara yang terlihat puas. Aku habiskan semua spermaku didalam vagina mbak jamu hingga tetes terakhir. Sembari menikmati orgasmeku aku jilati leher dan telinga mbak jamu dengan penuh nafsu, “ Eughhhh mas, kamu perkasa banget mas, Ahhhh… Sssshhhh…, ” ucap mbak jamu puas. “ Semua ini berkat jamu kuat lelaki dari mbak, hehehe…, ” kataku dengan tertawa kecil. Saat itu aku biarkan beberapa menit penisku masih tertanam didialam vagina mbak jamu setelah spermaku sudah termuntahkan. Setelah aku merasa puas aku cabut penisku dari liang senggama Mbak jamu, dan termuntahlah semua spermaku yang tadi membanjiri vagina mbak jamu. Kamipun duduk sejenak untuk menghela nafas karena lelah setelah bercinta. Selang 10 menit karena mbak jamu harus meneruskan profesinya untuk menjual jamu-jamunya hingga habis diapun segera membersihkan vaginanya di kamar mandi rumahku sekalian dia memakai kostum khas mbak jamu gendong. Akupun juga membersihkan kemaluanku dikamar mandi bersamanya. Setelah kami sudah membersihkan diri kamipun membenahkan pakaian kami. Selesai itu kami kembali keruang tamu, “ Mas makasih yah udah jadi langganan pertamku dipagi ini, oh iya makasih juga ya udah service memek aku tadi,hhe… emuaaachhhh…, ” ucapnya puas dan senang. “ Sama-sama mbak jamu bahenolku, hhe… ini mbak buwat bayar jamunya,makasih bonusnya ya mbak, ” ucapku dengan menyusupkan 2 lembar seratus ribuan pada belahan payudaranya yang mulus itu. “ Ih mas ganteng nakal deh, mash kurang ya gituanya, kapan-kapan aku kasih lagi deh mas, yaudah mas aku pamit dulu ya mas ganteng, dha-dha mas ganteng, ” ucapnya sembari keluar dari rumahku. Cerita Dewasa – “ Iya mbak jamu sayang, dha…. Hati-hati ya dijalan, semoga jamunya laris manis, plakkk…, ” ucapku sembari menepuk pantatnya. “ Aouw… nakal deh.. bey mas ganteng…., ” ucapnya. Mbak jamu lalu pergi dengan menggendong jamunya dibelakang. Aku memperhatikan pantatnya dari belakang berlenggak lenggok sangat sexy dan menggemaskan hingga dia tidak terlihat dari rumahku lagi. Pagi yang cerah sekali, kegalauanku karena PHK hilang seketika berkat mbak jamu janda binal yang doyan ngentot,hhay. Semenjak skandal sex pagi itu aku selalu menanti kedatangan mbak jamu yang datangnya tidak tentu itu. Semoga mbak jamu itu kembali kerumahku dan aku bisa mendapatkan kepuasan sex dengan janda muda penjual jamu itu. Share Hai, nama saya Andi. Ini kisah saya liburan ke ke rumah ortu saya di suatu kabupaten yang terletak di lereng pegunungan karena lagi libur pergantian semester di universitas saya. Pada saat itu saya sedang duduk-duduk di teras sambil menghirup udara segar tidak seperti di bandung yang sekarang sudah mulai tercemar polusi. kemudian setelah berselang beberapa menit, kemudian ada seorang wanita menggunakan capil topi bambu berbentuk kerucut yang biasanya dipakai petani dan menggendong sebuat bakul yang berisi botol-botol bekas syrup. Mukanya tidak kelihatan karena ditutupi capil coklatnya tapi terlihat dari tanganya kalau dia berkulit putih. mungkin karena saya lama memerhatikanya dia kemudian dia masuk dari pagar yang terbuka dan masuk keteras.“jamunya tuan…..”kemudian dia membuka capilnya. terlihat seorang wanita yang kira-kira berumur 28 tahun. mukanya cantik sekali, putih mulus dan tak satupun jerawat hinggap di wajah cantiknya.“jamunya ada apa aja mbok”“ada jamu kuat, encok, pegel linu, cekot-cekot, asam urat dst. macam-macam sampai pusing mendengarkanya”“waduh maaf mbok, saya nggak sakit”“oh… kalau begitu minum jamu ini aja mas, ini buat sehari-hari supaya tetap sehat”“ya udah deh mbok, yang itu aja…”kemudian dia mengeluarkan sebuah gelas kaca dan mulai tanganya mengambil bermacam-macam botol dan menuangakanya ke gelas itu seperti bartender. Saya diam diam meliahatnya dari ujung rambut sampai ujung kaki. rambutnya yang hitam panjang dan lurus menghiasi wajahnya yang bersih itu. dan terlihat badannya sangat sintal dan langsing singset dan kaki putihnya yang tidak ditumbuhi bulu-bulu. Terlihat dia sangat merawat dirinya. mungkin dirinya rajin minum jamunya itu. dari atas melihat gundukan payudaranya dibalik bajunya. terlihat payudaranya yang SANGAT BESAR dan kencang itu. rupanya dia tidak menggunakan BH. tapi tetap saya kesulitan melihat putingnya karena bajunya ketat. tapi putingnya pun tidak terlihat karena bajunya tebal“ini mas jamunya”“triam kasih”kemudian saya minum jamunya sedikit demi sedikit sambil melihat wajahnya yang cantik itu sambil berbincang-bincang “waduh mbok, jamunya enak banget”“trima kasih mas…”“andi, nama saya andi. nama mbok siapa”“nama saya Sumirah”“panggilanya siapa mbok sumirah?”“terserah mas”“kalo manggilnya mbok mirah boleh nggak?”“boleh mas, tapi jangan panggil saya mbok, saya kan belum nenek-nenektertawa kecil”“iya mirah kamu masih muda, cantik lagi”“ah mas bisa aja deh”“pasti suami kamu pasti senang sama kamu” ucapan ini tersirat untuk menanyakan statusnya karena biasanya disini orang kawin pada umur 20 tahunan“saya belum kawin mas”“ohh begitu toh”“ngomong-ngomong mirah sudah jualan jamu sejak kapan?”“sudah 7 tahun”“ohh gitu toh mbak, oh ini mbak sudah habis”kemudian saya memberikan gelas kepadanya“3000 mas”kemudian saya berdiri dan mengambil dompet saya di kantong dan mengambil selembar 5000 an“ini mbak”kemudian saya menyenggol tanganya. halus sekali.“ini mas kembalianya” kemudian saya menyenggol tanganya kembalikemudian dia pergi dan menjajakan ketempat keesokan harinya saya ingin bertemu dia lagi sehingga saya kembali menunggu di teras rumah di pagi hari. cukup lama saya menuggunya sekitar setengah jam. tapi ujung hidungnya belum tampak juga. kemudian saya masuk kerumah. kemudian sekitar 3 jam kemudian terdengar sebuah ketukan di pintu depan. kemudian saya buka pintunya dan ternyata yang datang rupanya si mirah.“mas andi, jamunya lagi nggak?”“wahh… dari tadi sudah saya tunggu-tunggu kok nggak datang”“iya mass tadi saya lagi nganter anak saya ke sekolahan”kemudian saya bingung, “belum kawin kok punya anak sih?” gumamkukemudian saya ajak ke dalam rumah saya“ayo mbak masuk aja”“trima kasih mas”kemudian dia langsung masuk kerumah saya dan melepaskan sendal kumalnya di depan“eh mirah jangan dibuka sendalnya!”“nggak papa mas nanti ngotorin lantai mas aja”kemudian dia masuk kerumah dan duduk beralas ubin“em mirah kok duduk disitu sih”“kan kebiasaan saya begini mas, masa tukang jamu duduk di kursi, kan nggak sopan?”“ini kan di ruang tamu jadi nggak apa-apa ayo duduk”kemudian dia duduk di sofa.“nah gitu dong nanti kalo duduk di lantai masuk angin lo…”“iya mas”“oh ya mirah, kemarin minumanya bikin saya sehat dan bertenaga”“maksih mas, mas mau minum itu lagi?”“iya mirah”kemudian dia mulai meramu minumannya. tapi perbincangan kami membuatnya berhenti sebentar-sebentar“mirah, biasanya yang laku itu jamu apa?”“oh, biasanya jamu buat perempuan sama jamu kuat mas”“jamu buat perempuan itu apa aja?”“jamu pembesar dan pengencang payudara dan pantat, kulit putih dan mulus & jamu rapet mas. biasanya pagi-pagi saja sudah laku mas”rupanya menedengar begini saya penis saya sudah berdiri separo“oh gitu toh, pantesan yang punya cantik sekali”“ah mas bisa aja deh” katanya tersipu malu“abis itu tetek kamu juga besar, pasti sering minum jamunya ya”“ah mas ngga enak loh didengar orang”“tenang mbak santai saja di sini cuman kita berdua, tapi yang tadi beneran lo mbak”“oh itu gara-gara saya harus minum tiap hari”“kok harus?”“iya karena kalau rasanya beda berarti racikanya beda mas jadi hasilnya juga beda mas”“oh gitu toh, ngomong-ngomong tadi mbak ini janda ya?”“nggak mas”“ngangkat anak angkat?”“nggak mas, kok pertanyaannya seperti itu sih?”“anu mbak saya bingung kok katanya nganter anaknya tapi belum nikah”kemudian dia menumpahkan air jamunya ke lantai“maaf mas nggak sengaja”“enggak saya yang minta maaf saya lancang, saya mau ngambil pel dulu”kemudian saya mengambil pel lantai di sudut ruang dan membawanya ke ruang tamu“udah mas saya aja ngelap”sebetulnya saya ogah-ogahan jadi langsung memberi pelnya ke mirah“ini mirah”kemudian dia langsung menjongkok di hadapan saya dan mengelap. ini adalah kesempatan emas melihat payudaranya. maju mundur maju mundur terlihat bukitnya bergoyang dengan indah tapi tetap putingnya tidak kelihatan tapi melihat separuh dadanya sudah cukup setelah itu dia kembali meramu jamunya“sebetulnya begini mas, kisahnya memalukan mas… saya pacaran di desa terus main gituan sama dia, tapi dia melarikan diri”“waduh maaf mirah kalau begitu”“udah mas nggak papa, semuanya sudah terjadi nggak bisa kembali, lagipula ini juga salah saya, ini mas jamunya”“ya makasih”kemudian saya mengambil gelas penuh jamu itu dari tanganya“saya jadi kepikiran mas”“udah mas, itu kan masa lalu”kemudian saya meneguk jamunya kembali“mas emang udah pernah main gituan ya?”“ya, emang kenapa?”“nggak mas emang nggak takut hamil”, rupanya gadis ini gapsek gagap seksual“mas kan punya ilmu biar nggak hamil”“ah mas bisa aja deh…”“betulan, mas nggak bohong”“trus kesakitan nggak mas?”“enggak, malah mau lagi”“ah mas bohong ah”“iya betulan”“mas keliatan bohongnya, buktinya dulu saya begituan sakit”“emang sama mantan pacar kamu diapain?”“dulu pacarku pernah remas-remas itu saya, sakit mas, terus dia nunjukin itunya, saya ngeri mas ada bulunya kriwil-kriwil hiii”saya tertawa mendengar ini“terus gimana mbak?”“dia masukin itunya ke ini saya mas, perih banget mas trus pas dikeluarin ada darahnya mas, trus saya juga pernah ngeliat orang begituan mas di mobil, pas dicium dileher, perempuanya mangap-mangap mas, trus lehernya merah jadi takut padahal ibu-ibu yang beli jamu suka ngobrol katanya sama suaminya begituan senang banget”“itu tandanya perempuanya keenakan rah , terus yang dikatain ibu-ibu itu bener rah”“tapi kok saya sakit, apa saya kelainan mas?”“nggak, kamu nggak kelainan, pacar kamu yang kelainan, mas bisa buktiin kalo begituan itu enak”“nggak ah mas, nanti anak saya jadi dua deh, susah mas”“lho… kan tadi mas sudah bilang, mas kan punya ilmu biar nggak hamil”“bukan ilmu hitam kan mas?”“iya dong, gimana, mau nggak?”“nggak mas, trima kasih nawarin”“eh mirah, mas nggak nawarin dua kali lho, mas janji kamu nggak hamil dan nggak sakit seperti yang kamu lakuin sama pacar kamu”“gimana ya mas”“udah bilang ya aja susah banget, mas bikin kamu keenakan bahkan mau lagi”“tapi mas janji ya, kalo nggak mas saya laporin ke polisi lo mas”“iya”kemudian dia mengangguk-angguk kecil. berarti sudah ada lampu hijau buat saya. kemudian saya mendekatinya dengan duduk di sampingnya. saya berusaha mendekatinya. tapi iya bergeser menjauhiku terus-menerus, tapi akhirnya dia dipojok juga.“rah, kalo kamu minggir terus, kamu nggak dapat enaknya nanti”“saya ndredeg deg-degan mas”“kalo gitu kamu merem ya”kemudian dia merem. saya mendekatakan bibir saya ke mulutnya. kemudian saya mencium bibit merekahnya itu kemudian setelah itu saya melepaskan bibir saya“gimana rah?”“enak mas”“ini ada yang lebih enak, caranya nanti mulut kamu kebuka terus lidah kita ketemu”“ih mas jijik”“kamu kan belum rasain, kamu coba dulu, pas ti ketagihan”kemudian dia membuka mulutnya. kemudian saya memiringkan kepala saya dan mendekatakan kepala saya dan kami melakukan french kiss. “hmpphh…hmpph…” katanya yang membuatku bergelora. rupanya tanganya mendorong keras punggungku seakan-akan tidak ingin melepaskanku. kemudian terasa juga payudaranya dan putingnya di dadaku. konstan penisku naik dan sudah menempel di pinggangnya di balik bajuku. tanganku juga dipunggungnya juga merayap-rayap dan tangan saya surun ke bokongya yang bulat puas dengan bibir sensualnya itu, saya naik ke kupingnya. kupingnya saya gigit-gigit kecil dan lidah saya dengan nakalnya saya masukan kelubang telinganya. tercium aroma samponya.“mas, geliii mas uhh sshhh ahhh”cukup lama saya bermain dengan kupingnya kemudian saya turun ke lehernya dan menggigit kecil lehernya“hmmpph ahh…uhh…”desahanya berulang kali dan makin lama makin keras. tangan saya yang tadi di pantatnya sekarang sedang membuka kancing bajunya.“sshhh mas apa-apaan nih ahh uhhh jangan mas ochhh”tetapi saya terus melanjutkannya sambil menggigit-gigit kecil lehernya. kemudian setelah membuka kacaningnya. FANTASTIS! tertampanglah sebuah sepasang buah dada sempurna!, tidak menggantung, bulat,besar montok seperti buah semangka yang sudah siap untuk dipanen. lebih besar dari punyanya paini. kemudian saya turun di dadanya dan membenamkan muka saya diantara dua bola basket itu dan kedua tangan saya memegan dua payudara itudan menjepitkan muka saya. ohh enaknya, muka saya seperti dipijit-pijit. kemudian setelah itu saya mulai meremas-remas payudaranya“ochhh… mass geli aduh ahhh…” katanya bertubi-tubi. kemudian saya mulai mengemut payudara kananya dan tangan kiriku melemas gunung satunya. saya mulai menggigit putingnya yang sudah menegeras dan menyedot payudaranya dengan kekuatan vacum cleaner “mas ngilu ahh… enak… terus mas ouch ouch” desahanya sambil menggelinjang tak karuan. setelah cukup lama kemudian saya berpindah kepayudara kirinya dan sekarang tangan kanan saya mulai meremas payudara kanannya yang bahsah terkena air liuruku. bedanya di payudara kiri terasa lebih keras dari pada yang kanan. saya pun bersemangat. kemudian setelah itu kedua tangan saya turun lagi dan menurunkan resletingnya di belakang. kemudian setelah itu saya melepaskan kancingnya dan terlihatlah sebuah pemandangan yang nggak kalah serunya sama bukitnya. Terlihat pahanya mulus tak berbulu dan saya mulai mengelus-elus kedua tangan saya di pahanya. rupanya dia kegelian “mas geli mas uhh” katanya sambil bergoyang. setelah itu saya menurunkan celana dalamnya yang berwarna merah muda dan ada simbol talinya berwarna merah yang terlihat sudah basah di depannya.“mas jangan mas”tapi tidak saya hirau kan perkataanya dan saya turunkan CD-nya dan tertampaklah sebuah vagina yang sudah basah dan menggembung dan pink merekah serta dihiasi asesoris bulunya yang tipis dan haitam itu dan setelah itu hidungku saya benamkan di lubanganya itu“eh mass mau diapain ahhh mas geli mass uhh… ouch… ouch…” dan saya gesekan ke atas dan ke kiri. setelah itu, giliran lidah saya yang beraksi. saya memasukan lidah saya dan menggerayapi vaginanya. dia berdesah lebih keras lagi “mas ach..ach terus mas” katanya sambil menjambakku. kemudian akhirnya saya menemukan klitorisnya. desahan nya lebih keras lagi. “mas terus mas jangan stop mas terus ahhhhh ahhhhh”. kemudian setelah beberapa menit, “mas mau keluar mas” kemudian setelah berselang beberapa detik dia memuncratkan cairanya ke muka saya“mas maaf nggak sengaja”“nggak papa kok”kemudian saya yang saat itu masih berpakaian lengkap saya buka sampai telanjang bulat. rupanya ia ngeri punya saya yang dihiasi bulu bulu hitam“mas saya takut mas…”“udah, nggak papa kok, sekarang kamu emut konthol saya”“di emut mas?”“iya diemut”“enggak mau mas”“lho kan tadi saya emut itu kamu masa kok saya yang diemut kok nggak mau”“jorok mas, kan itu buat pipis”“tenang rah, saya kalo cebok selalu pake sabun, terus jembutnya saya sampoin kok, tenang aja rah”kemudian dia mulai mendekatakan mulutnya dan dia masih taku“ayo rah, pegang punya saya”“iya mas”tetapi tanganya hanya di keatas kan, tapi tidak menyentuhnya, karena tidak sabar, saya menggapai tanganya dan langung mendekatkan tanganya ke penisku dan saya tuntun tanganya untuk mengocok penis saya. kemudian kepalanya saya pegang dan saya dekatkan ke penis saya. enak sekali rasanya, meskipun awalnya rada sakit kena giginya tapi kemudian teratur, begini rasanya dikocokin sama orang yang biasa megang botol jamu jadi kocokanya lebih enak dan nyaman seperti pengocok profesional, maju mundur maju mundur gerakanya sangat sempurna. “ahh mairah terus, kamu pintar ahh terus mirah uhhhh” saking enaknya. dan beberapa menit kemudian “mairah saya ingin keluar dan akhirnya “crruuut” saya mengeluarkan mani saya dimulutnya kerena lupa memberitahukannya.“mas kok di mulut saya sih mas?, kan jijik tauk…” katahnya sambil membuang mani di mulutnya“udah di telen aja”“mas jangan sembarangan dong, masa ditelen?”“kamu tau nggak, itu isinya protein semua, bahkan khasiatnya bisa ngalahin jamu kamu”“ah mas kerjaanya bohong”“mas nggak bohong, betulan kok”“kalo tau gitukan nggak saya buang mas, kalo gitu sekali-sekali dimasukin botol aja mas biar buat campuran jamu saya”aneh-aneh saja mirah ini“mirah tolong bikinin jamu penambah tenaga biar mas kuat”“iya mas”, kemudian dia mulai mengeluaran gelas dan mulai meramu lagi. saya pun tidak tinggal diam. saya duduk dibelakangnya dan kedua tangan saya memilin-milin putingnya“mas, nanti tumpah loo”tapi tidak saya hiraukan malah saya sambil cium tengkuknya“mas geli mas mau tumpah lo mas”kemudian setelah itu jamunya jadi saya suruh mirah memasukannya ke mulutnya tapi tidak ditelan kemudian setelah itu saya suruh berbalik badan dan kemudian kami french kiss lagi dan mentransfer airjamunya ke mulut saya. setelah jamunya habis saya telan, saya meremas payudaranya. efeknya jamunya dahsyat, setelah beberapa detik meminumnya, badan saya terasa panas dan penis saya berdiri lagi, urat-uratnya terlihat lebih menonjol dibanding sebelumnya kemudian setelah itu saya suruh mirah untuk tiduran“mirah, kamu siap ya”“iya mas. tapi janji beri saya kenikmatan tapi jangan beri saya anak ya mas”“iya”kemudian pertama kali saya menggesek-gesekan terlebih dahulu penis saya ke sekitar lubangnya“mas enak mas udah mass masukin saja mass ahhhhh”kemudian saya mulai memasukin liang surgawinya yang sangat kecil itu, bayangkan, saya meniduri seorang wanita yang meminum jamu rapet selama bertahun-tahun padahal tidak pernah behubungan. pasti sangat kecil sekali dan mengalahkan lubang orang perawan. tadi saja hampir tidak terlihat dibalik jembutnya. sehinggga saya juga sedikit kesusahan karena terlau sempit tapi perlahan lahan saya akhirnya berhasil memasukan seperempat dan perlahan-lan akhirnya penuh juga. setelah ful baru saya oper ke gigi 6. dengan gaya konvensional, saya mulai menjalankan kontak sexual. “ah ah ah uh mas och ouc yess ochhhh ahhhh terus mas ahhh” desahanya yang mengundang birahi siapapun yang mendengarkanya. enak sekali dijepit dengan vagina super sempit ini. enak sekali rasanya ahhh. melihat payudaranya yang juga bergerak. menambah semangatku untuk memuaskanya, setelah sepuluh menit, saya minta kepada mirah untuk berposisi doggy style. enak sekali, ini adalah posisi paling enak dengan bakul jamu ini, tak lupa saya meremas pantatnya yang semok itu dan sesekali memukulnya, dan tak lupa juga saya memegang rambutnya dan menariknya seperti naik kuda “yes yess ah ah ah enak terus mirah” genjotanya RUARR BIASA pijatanya yang memijat penisku enak sekali dan beberapa menit kemudian si mirah akhirnya orgasme juga. setelah itu saya capek menggoyangkan pingang saya saya suruh mirah sekarang untuk posisi woman on top. sambil tiduran yang mirah diatas saya sambil bergerak keatas-kebawah tangan saya meremas payudaranya yang extra besar dan extra empuk. beberapa menit kemudian saya ingat janji saya pada mirah, saya yang juga ingin keluar langsung melepaskan penis saya dan melepaskan mani saya di lantai. kami berdua mengehentikan permainan ini karena permainan kami cukup lama 40 menit gara-gara pengaruh jamu kuatnya mirah bahkan mirah orgasme 3kali.“gimana mirah, enak kan?”“iya mas, betul kata mas”“lain kali kalo kamu mau kamu tinggal ke rumah saya kalo sedang liburan kesini”“iya mas, terima makasih ya mas”“iya”Kemudian kami saling bericiuman.“mas, saya hampir lupa, jamu sehat sama jamu kuat jadinya 7000 mas” masih aja ingat jamunya“ini mirah kamu saya kasih bonus jadi 50 ribu” disini uang dua puluh ribu saja sudah dibilang banyakSetelah ini kami sering kontak fisik dengan mirah baik dirumahnya apabila anaknya kesekolah maupun dirumah saya dan tidak lupa saya kasih uang kadang-kadang buat bayar sekolahan anaknya. Sekian

cerita dewasa tukang jamu